JAKARTA, CEKLISSATU - Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kenaikan pangkat (korps rapor).

Sejumlah pejabat utama yang dilantik dan sertijab adalah Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) dari Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan kepada Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Kemudian, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) dari Brigjen. Pol. Nurul Azizah kepada Kombes. Pol. Erdi Ardi Chaniago.

Kepala Biro PID dari Brigjen. Pol. Moh. Hendra Suhartiyono kepada Brigjen. Pol. Tjahyono Saputro. Lalu, penata Kejumasan Polri Utama Tk. II Brigjen. Pol. Komang Sandi Arsana.

Baca Juga : Polda Jawa Barat Raih Penghargaan Quick Wins Presisi 2023, Diberikan Langsung oleh Kapolri

“Terima kasih kepada pejabat lama Divhumas yang telah memberikan kinerja terbaiknya dalam pelaksanaan tugas untuk meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan selamat bertugas semoga diberikan kesuksesan dan kelancaran dalam berdinas,” ujar Sandi, seperti dilansir dari laman Humas Polri, Kamis 4 Desember 2024.

Kepada pejabat baru Divhumas, Sandi mengucapkan selamat bertugas. 

Dia juga menekankan, peran humas dalam menjaga citra Polri sangat krusial, terutama menghadapi isu netralitas, hoaks, black campaign, negatif campaign, serta potensi kerawanan lainnya dalam Pemilu 2024. Oleh karenanya, ia berharap kerja sama yang kuat dalam menghadapi tantangan ke itu dan tantangan ke depan lainnya.

“Untuk itu kami berharap para karo, kabag, anjak dan rekan-rekan Humas Polri untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi untuk mengembangkan humas polri menjadi garda terdepan polri dalam menjaga citra Polri yang presisi,” ujarnya. 

Terkait Korps Rapor, dilakukan dari pangkat bintara hingga perwira menengah.

Dia juga berpesan agar kenaikan pangkat ini juga menjadi peningkatan tanggung jawab para personel dalam mengemban tugas.

“Selamat atas kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang itu juga berarti meningkat pula tugas dan tanggung jawab yang diemban sebagai abdi negara,” tutup Sandi.