JAKARTA, CEKLISSATU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) terus berkomitmen tingkatkan produktivitas pertanian.

Untuk itu, Pemprov Jabar bakal mengoptimalkan lahan dan pompanisasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, luas panen padi di Jabar mencapai sekitar 1,58 juta hektare pada 2023.

Baca Juga : Agar Sistem Pangan Indonesia Lebih Aman, Profesor IPB University: Butuh Inovasi Khas dan Agregasi Lahan

Sedangkan produksi padi pada tahun yang sama mencapai sekitar 9,14 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman mengatakan, target produksi padi Jabar pada 2024 sebesar 11 juta ton GKG. Target produksi padi tersebut dapat dicapai dengan cara meningkatkan luas tanam.

Herman menyebutkan, ada dua strategi yang dapat dilakukan, yaitu peningkatan Indeks Pertanaman dan Perluasan Areal Tanam.

Baca Juga : Ade Wardhana Fokus Pertanian hingga Wisata, Gus Udin Ungkap Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

“Kedua strategi tersebut dapat dilakukan diantaranya melalui optimalisasi lahan dan pompanisasi,” kata Herman dikutip dari keterangannya, Rabu 3 Juli 2024.

Herman menuturkan, pompanisasi diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi potensi gagal panen akibat kekeringan.

Dengan begitu, kata dia, produktivitas pertanian dapat terjaga meski di musim kemarau.

Baca Juga : Ade Wardhana Fokus Pertanian hingga Wisata, Gus Udin Ungkap Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

“Saat ini pemerintah sedang mengakselerasi program pompanisasi, dan insyaallah Provinsi Jabar serapan dan realisasinya paling tinggi,” ujar dia

“Program (pompanisasi) ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan petani di Jawa Barat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian sendiri sudah menyatakan bahwa pihaknya mengalokasikan bantuan pompanisasi sebanyak 2.500 titik untuk akselerasi perluasan tanam sawah tadah hujan di Jabar.