BALI, CEKLISSATU – Dalam rapat koordinasi di Sanur Denpasar, Bali, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri membakar semangat para kader PDI Perjuangan (PDIP) di Provinsi Bali.

Diketahui, Megawati Soekarnoputri berpidato dihadapan para kader banteng selama hampir dua jam. Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Sementara itu, ribuan kader serta pengurus DPD Provinsi Bali turut hadir yang dipimpin I Wayan Koster.

Baca Juga : Rakorcab Menangkan Ganjar-Mahfud, DPC PDIP Kota Bogor Siapkan Berbagai Strategi

Di ruangan rapat tersebut, poster dan gambar pasangan nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dipasang di beberapa titik. 

"Kerja keras turun ke bawah, itu syarat terpenting menang. Kerahkan seluruh kekuatan partai di akar rumput," ungkap Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri menginginkan kader partai solid, bersatu, dan disiplin melaksanakan instruksi partai. 

"Instruksi partai itu objektif, instruksi yang tujuannya bagi kita bersama, bagi rakyat, bangsa dan negara," tutur Megawati.

Megawati juga meminta kader PDIP di Bali dan seluruh Indonesia agar tak keder dengan upaya pihak tertentu yang berusaha melemahkan semangat kader dalam mengorganisasikan rakyat jelang pemilu 2024. 

Ia mengaku sudah mendapat berbagai laporan soal tindakan tersebut. 

“Enggak usah keder, enggak usah takut kalau digituin. Ini bukan zaman Orba dulu. Ini Orde Reformasi. Tetapi kita respons baik-baik caranya, dengan santun, dan taat pada hukum," kata Megawati.

Megawati lalu mengisahkan zaman Orde Baru dipanggil polisi tiga kali.

"Saya penuhi panggilan itu. Dipanggil jaksa, saya hadir. Sebab berdiri pada kebenaran dan rakyat Indonesialah yang berkuasa penuh dengan republik. Sebagai orang Bali anda tahu karmapala kan, jadi tenang saja, ada satyam eva jayate," terang Megawati. 

Sementara itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, di dalam rapat koordinasi itu dibahas juga soal ciri dari kerja pemenangan Ganjar-Mahfud adalah pergerakan. Gerak gotong royong. 

"Maka kami bersama gerakan rakyat. Misalnya ketika baliho Pak Ganjar dan Prof Mahfud itu diturunkan, rakyat menyediakan tempatnya untuk dipasang baliho Ganjar-Mahfud," ujarnya. 

"Ketika yang lain menggunakan mobilisasi kepala desa, maka Pak Ganjar tidur di rumah rakyat. Jadi, cirinya gerakan," tambahnya. 

Ia melanjutkan, PDIP akan terus menggelar kegiatan bersama rakyat. Termasuk mengawal proses pemilu agar berjalan dengan baik dan berkeadilan. 

"Hari ini kami kumpulkan dari Bali, kemudian di Jawa Tengah ada devotion atau kesetiaan seluruh infanteri datang di setiap TPS," katanya. 

"Dengan melihat rakyat yang bergerak, maka kami percaya pasangan Ganjar-Mahfud yang memulai proses dengan baik akan menghasilkan suatu kepemimpinannya yang baik," tutupnya.