BANDUNG, CEKLISSATU -- Masyarakat Jawa Barat hari ini tengah ramai membicarakan kebijakan Wajib Militer bagi siswa nakal di Jawa Barat yang dikeluarkan oleh Dedi Mulyadi.
Kebijakan tersebut menuai banyak pro kontra, tanggapan bahkan kritik dari berbagai pihak. Salah satunya kritik datang dari Pengamat Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan.
Cecep mengatakan bahwa dalam dunia pendidikan tidak seharusnya semua masalah langsung diserahkan kepada institusi lain.
Terlebih kebijakan wajib militer yang akan diterapkan berseberangan dengan konsep pedagogi dalam pendidikan.
Baca Juga: Pemkab Bogor Apresiasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Fasilitasi Penyelesaian Kasus Taman Safari
Dimana seharusnya penyelesaian masalah serta pendidikan terhadap anak menyesuaikan dengan karakter serta kondisi permasalahan anak tersebut.
Sementara itu, dalam dunia militer setiap anggota atau peserta akan disamaratakan tanpa memandang karakter serta kondisi psikologis.
Selain itu hal tersebut bersebrangan dengan output dari pendidikan di tingkat sekolah. Anak-anak yang disekolah dididik untuk berpikir sosial sebagai masyarakat sipil dan bukan untuk berpikir secara militer.
Comment