BANDUNG, CEKLISSATU -Kebakaran lahan yang terjadi di RT 001 RW 010, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, memicu kepulan asap pekat yang berdampak pada kesehatan warga setempat. Hingga saat ini, sebanyak 19 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat terpapar asap pembakaran tersebut.
Kebakaran yang berlangsung sejak Senin malam ini memicu keluhan kesehatan pada warga yang tinggal di sekitar lokasi. Mayoritas warga dilaporkan terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sementara beberapa lainnya mengalami kekambuhan asma, hipertensi, hingga keluhan kesehatan lainnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menerjunkan tim medis dari Dinas Kesehatan dan mendirikan posko kesehatan di RW 010 untuk memberikan penanganan medis awal.
Saat meninjau langsung lokasi kejadian, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan seluruh warga terdampak sudah mendapatkan penanganan mendasar.
"Data teranyar menunjukkan ada 19 warga yang mengalami gangguan kesehatan, dominan adalah ISPA. Sebagian lagi ada keluhan asma dan hipertensi. Dinas Kesehatan sudah bergerak cepat membuka posko kesehatan di RW 10, warga sudah diperiksa dan saat ini beristirahat di rumah masing-masing sambil terus kami pantau," kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Farhan mengatakan, dampak asap dari kebakaran lahan ini tidak hanya dirasakan di permukiman warga. Dampak paparan asap juga meluas hingga ke fasilitas pendidikan dan medis di sekitarnya. Tiga sekolah—yang terdiri dari satu SMP dan dua SD—serta Rumah Sakit AU Dr. M. Salamun yang berada tidak jauh dari titik kebakaran turut terdampak kepulan asap.
"Meskipun demikian, kegiatan belajar mengajar di ketiga sekolah tersebut dilaporkan masih berjalan dengan normal,"katanya.
Pemkot Bandung mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan segera mendatangi posko kesehatan atau fasilitas medis terdekat jika mengalami gangguan pernapasan.
"Pemantauan terhadap kualitas udara dan kondisi kesehatan warga akan terus dilakukan hingga situasi sepenuhnya kondusif," kata Farhan.
Comment