Menurutnya, kebijakan itu menjadikan unsur-unsur pembinaan lainnya seperti Guru BP, wali kelas, orang tua serta unsur pembinaan lainnya terkesan gagal dalam mendidik para siswa.

“Saya juga sebetulnya kalau memang harus diterapkan secara menyeluruh juga. Jadi kayaknya efektivitas bagi pembinaan di tingkat-tingkat atau dinas-dinas atau dari pembinaan orang tua sendiri, jadi dianggap tidak sukses atau memang tidak berhasil, jadi image itu yang terbentuk,” kata Cecep.

Sebab, menurut Cecep, pendidikan sipil yang diterapkan di sekolah sangat berbeda dengan pembinaan yang diterapkan di militer. 

Baca Juga: Warga dari Berbagai Daerah di Bandung Lakukan Aksi Bela Palestina, Aa Gym: Tolong Saudara Kami

Hal itu juga harus menjadi pertimbangan terkait efektivitas dari wajib militer yang akan diberlakukan.

“Kalau dengan cara seperti begitu, berarti kan cara-cara lain yang sebelumnya, efektivitas yang sebelumnya seperti badan pembinaan sekolah ataupun badan-badan lainnya, itu dianggap tidak efektif, seolah-olah hilang, gitu,” tambah dia. 

“Karena memang kalau sudah di militer kan dengan berbagai disiplin dan karakter yang berbeda, itu dengan pendidikan-pendidikan atau dengan apa pembinaan-pembinaan yang sebelumnya kan," ujarnya.