JAKARTA, CEKLISSATU - Fenomena Istiwa A’zam atau matahari melintas di atas Ka'bah, Kementerian Agama (Kemenag) imbau agar umat Muslim mengecek arah kiblat.
Pada momen Istiwa A’zam itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah membelakangi arah kiblat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag, Adib mengatakan, berdasarkan tinjauan astronomi ilmu falak, terdapat sejumlah teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat.
Baca Juga : Dorong KUA yang Progresif dan Inklusif, Kemenag Terus Lakukan Peningkatan SDM
Teknik tersebut di antaranya menggunakan kompas, theodolite, serta fenomena posisi matahari melintasi tepat di atas Ka’bah atau Istiwa A'zam.
“Peristiwa Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat akan terjadi pada Senin dan Selasa, 15 dan 16 Juli 2024 bertepatan dengan 9 dan 10 Muharam 1446 H pada pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA,” kata dia dalam keterangannya, Minggu 14 Juli 2024.
“Saat itu, matahari akan melintas tepat di atas Ka'bah," lanjut dia.
Baca Juga : BAKKAT untuk Layani Umat, Bimas Katolik: Untuk Pemberdayaan Sosial Ekonomi
Adib menyebutkan, momen Istiwa A’zam adalah waktu bagi umat Muslim untuk mengkalibrasi arah kiblat tanpa perlu menggunakan alat khusus.
“Saat Istiwa A’zam, siap saja , tanpa perlu teknologi ataupun kemampuan khusus, dapat ‘meluruskan’ arah kiblatnya sendiri,” jelas Adib.
Adib menambahkan, bahwa momen Istiwa A’zam ini bersifat konfirmatif, sehingga jika sudah benar, momen ini akan menegaskan kebenaran arah kiblat.
Baca Juga : Fenomena Gerhana Matahari Hibrida di Penghujung Ramadan 2023, Ini Lokasi dan Waktunya
“Jika ada keraguan, ini menjadi kesempatan terbaik untuk memverifikasi arah kiblat,” tutup Adib.
Berikut hal yang perlu diperhatikan saat masyarakat melakukan pengecekan arah kiblat pada momen Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat:
Baca Juga : Rudy Susmanto Sebut RPJPD 2025-2045 Kabupaten Bogor Harus Jadi Acuan Visi Misi Pasangan Calon Pilkada 2024
1. Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan Lot/Bandul.
2. Permukaan dasar harus datar dan rata.
3. Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom.
Comment