BOGOR, CEKLISSATU– Ditengah pesatnya pembangunan dan pertumbuhan permukiman, Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menjaga keseimbangan lingkungan. Hingga Oktober 2026, sekitar 220 hektare lahan di berbagai wilayah Kabupaten Bogor telah dihijaukan melalui program pembangunan hutan kota yang digagas Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Program ini menjadi langkah jangka panjang Pemkab Bogor untuk memperluas ruang terbuka hijau, menciptakan lingkungan yang lebih sejuk, serta menjaga kelestarian alam di tengah perkembangan wilayah yang kian pesat.

Rudy mengatakan, gerakan penghijauan tersebut telah dimulai sejak Juli 2025 dengan menyasar sejumlah wilayah, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Salah satu kawasan yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah area di sekitar lingkar Stadion Pakansari, yang kini mulai memperlihatkan perkembangan tanaman.

“Alhamdulillah, sampai Oktober 2026, sudah terbuka dan ditanami seluas kurang lebih 220 hektare se-Kabupaten Bogor,” ujar Rudy, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, hasil penghijauan yang dilakukan secara bertahap mulai terlihat dari pertumbuhan pohon-pohon yang sebelumnya masih berukuran kecil. Tanaman yang ditanam pada Juli 2025, dengan tinggi awal sekitar 30 sentimeter, kini banyak yang telah tumbuh dua hingga tiga kali lebih tinggi.

Meski demikian, Rudy menyadari bahwa keberhasilan membangun hutan kota tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Perawatan berkelanjutan, pemantauan pertumbuhan, serta evaluasi terhadap tanaman yang belum berkembang optimal menjadi bagian penting agar penghijauan benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan.

Rudy menegaskan, pembangunan daerah tidak semestinya hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan kawasan permukiman. Di balik kemajuan tersebut, keberadaan ruang hijau harus tetap menjadi perhatian agar kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

Baginya, pohon bukan sekadar elemen penghias kota. Keberadaan vegetasi memiliki peran penting dalam mendukung keseimbangan ekosistem, menjaga kualitas lingkungan, serta menciptakan kawasan yang lebih rindang dan nyaman bagi masyarakat.

Karena itu, ia menilai pembangunan hutan kota merupakan investasi yang manfaatnya tidak bisa diukur hanya dalam hitungan bulan atau tahun. Dibutuhkan konsistensi dan komitmen lintas pemerintahan agar pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

“Dalam waktu lima tahun mungkin tidak akan selesai. Tapi kita meninggalkan titik awal, bahwa percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan aspek lingkungan yang hijau dan bersih,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa program penghijauan bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu periode kepemimpinan. Fondasi yang dibangun saat ini diharapkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh pemerintahan selanjutnya.

Selain memperluas kawasan hijau, Pemkab Bogor juga mendorong penanaman pohon di lahan-lahan kritis, terutama di wilayah yang memiliki potensi longsor cukup tinggi.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kondisi tanah dan lingkungan, sekaligus meningkatkan tutupan vegetasi di kawasan yang membutuhkan perhatian khusus.

Dengan cakupan penghijauan yang terus dikembangkan, pemerintah daerah berharap semakin banyak wilayah di Kabupaten Bogor memiliki lingkungan yang lebih asri, teduh, dan nyaman untuk ditinggali.

Bagi Rudy, keberhasilan program tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh luas lahan yang telah ditanami, tetapi juga oleh kemampuan menjaga pohon-pohon itu agar terus tumbuh hingga memberikan manfaat nyata.
Sebab, hutan kota tidak terbentuk dalam semalam. Pohon-pohon yang ditanam hari ini membutuhkan waktu, perawatan, dan komitmen bersama untuk tumbuh menjadi kawasan hijau yang sesungguhnya.

Melalui program ini, Pemkab Bogor ingin memastikan bahwa pembangunan daerah berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, sehingga kemajuan wilayah tidak hanya terlihat dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari alam yang tetap terjaga untuk generasi mendatang.