BOGOR, CEKLISSATU.COM– Jumlah siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, yang mengalami gejala dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 105 orang. Dua siswa tambahan menyusul mendapatkan penanganan medis setelah keluhan baru dirasakan ketika mereka sudah pulang ke rumah.
Di tengah bertambahnya jumlah korban, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Cisarua Leuwimalang yang memasok program MBG tersebut turut menjadi sorotan. Badan Gizi Nasional (BGN) bahkan telah menjatuhkan sanksi penghentian operasional sementara terhadap SPPG tersebut.
Kepala Puskesmas Cibulakan, dr. Nurul, mengatakan sebagian besar siswa yang sebelumnya mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua telah diperbolehkan pulang.
“Dari total 105 orang, sekarang tinggal tujuh orang yang masih dalam observasi,” ujar Nurul saat memberikan keterangan terkait perkembangan kondisi para siswa, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, kondisi para siswa secara umum relatif kondusif. Tidak ada pasien yang dilaporkan mengalami kondisi berat akibat dugaan keracunan tersebut.
Dari tujuh siswa yang masih berada dalam pemantauan medis, satu orang memiliki indikasi untuk menjalani rawat inap. Namun, Nurul menjelaskan, kondisi siswa tersebut juga dipengaruhi penyakit penyerta yang telah dimilikinya.
Sementara enam siswa lainnya masih menjalani observasi karena mengalami keluhan seperti mual, sakit perut, perut melilit, hingga pusing.
“Yang lainnya insyaallah malam ini bisa pulang semua, selain satu orang itu,” katanya.
Dua Siswa Menyusul Setelah Pulang ke Rumah
Bertambahnya jumlah korban dari sebelumnya 103 menjadi 105 siswa terjadi setelah dua siswa kembali mengeluhkan gejala ketika sudah berada di rumah.
Keduanya kemudian menyusul untuk mendapatkan penanganan medis. Dengan tambahan tersebut, total siswa yang tercatat telah mendapatkan penanganan mencapai 105 orang.
Nurul memperkirakan jumlah korban tidak akan bertambah lagi. Pasalnya, sebagian besar siswa mengonsumsi makanan pada pagi hari dan hingga sore tidak ditemukan penambahan laporan baru selain dua siswa yang menyusul tersebut.
Meski begitu, pihak medis masih memantau kondisi siswa yang tersisa untuk memastikan perkembangan kesehatannya.
Penyebab Keracunan Masih Ditelusuri
Hingga Rabu malam, penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa belum dapat dipastikan.
Tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang telah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk membantu mengungkap sumber dugaan keracunan, termasuk kemungkinan berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi siswa.
“Belum bisa kita pastikan. Sampel sudah kita kirimkan ke Labkesda dan nanti akan diperiksa. Apakah ini keracunan makanan atau minuman, masih ditelusuri,” jelas Nurul.
Karena hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar, penyebab kejadian tersebut belum dapat disimpulkan. Dugaan yang berkembang masih membutuhkan pembuktian melalui hasil pengujian sampel.
BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG
Di tengah proses penyelidikan penyebab kejadian, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah terhadap SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang.
Berdasarkan keterangan Kepala KPPG Bogor Raya, Haidir, yang disampaikan pada Rabu (21/10/2026) pukul 19.16 WIB, BGN telah menerbitkan Surat Pemberhentian Operasional Sementara atau suspend terhadap SPPG tersebut.
Penghentian sementara itu diberikan dengan kategori sanksi berat.
Keputusan tersebut menjadi perhatian dalam penanganan kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa SMPN 2 Cisarua. Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Hingga kini, prioritas penanganan adalah memastikan seluruh siswa memperoleh perawatan yang diperlukan, sekaligus menunggu hasil pengujian sampel untuk mengungkap penyebab kejadian.
Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber dugaan keracunan dan menjadi dasar evaluasi terhadap pelaksanaan program MB
Comment