BOGOR, CEKLISSATU.COM – Jelang tutup tahun, Bupati Bogor Rudy Susmanto menginstruksikan seluruh OPD dan camat mengevaluasi program APBD Kabupaten Bogor 2026 yang belum berjalan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesehatan fiskal daerah menyusul penyesuaian pendapatan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Rudy Susmanto meminta belanja daerah dihitung cermat agar kewajiban pembayaran tetap terpenuhi dan kondisi fiskal Kabupaten Bogor terjaga hingga akhir tahun anggaran.
Hal itu disampaikan Rudy saat memimpin rapat penyempurnaan hasil evaluasi Gubernur atas Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (26/10/2026).
Rudy menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat terhadap APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, terdapat penyesuaian pendapatan dari opsen pajak.
Selain itu, pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat juga belum terealisasi sepenuhnya sesuai perencanaan.
Baca Juga: 220 Hektare Lahan di Kabupaten Bogor Mulai Menghijau, Rudy Susmanto Genjot Pembangunan Hutan Kota
Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah melakukan penyesuaian belanja secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan keuangan pada akhir tahun anggaran.
“Karena itu, saya meminta seluruh pimpinan OPD dan camat segera menginventarisasi program-program yang belum berjalan. Kita harus menghitung kembali kemampuan fiskal daerah agar tidak terjadi persoalan pembayaran pada akhir tahun anggaran,” ujar Rudy.
Ia menegaskan, penundaan sementara program bukan berarti menghapus kegiatan, melainkan menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan daerah.
Baca Juga: Antisipasi Banjir, Pemkab Bogor Normalisasi Saluran Irigasi Tiga Desa di Ciseeng
Ia juga memastikan Pemkab Bogor tidak berencana mengevaluasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN maupun hak keuangan anggota DPRD.
Rudy mengingatkan agar setiap perangkat daerah memastikan pekerjaan dan kewajiban pembayaran dapat diselesaikan sesuai ketentuan hingga akhir tahun anggaran.
“Kita harus memastikan setiap program dapat diselesaikan sesuai kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.
Baca Juga: Defisit APBD-P Kabupaten Bogor Tembus Rp446 Miliar, Pendapatan Pajak Anjlok Rp151 Miliar
Selain itu, Rudy mengajak seluruh jajaran memperkuat komunikasi, koordinasi, soliditas, dan integritas serta menghindari konflik internal.
“Kita ini satu keluarga, satu saudara, saling menjaga, saling melindungi. Kita harus kompak karena keberhasilan pembangunan Kabupaten Bogor merupakan tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Ia berharap penyesuaian program selama dua bulan ke depan dapat menjaga stabilitas keuangan daerah sehingga pelaksanaan pembangunan pada 2027 berjalan lebih optimal.
Comment