BOGOR, CEKLISSATU -  Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengungkapkan 10 fokus kebijakan untuk menuju Indonesia Emas. Salah satunya adalah ketahanan air

Di masa depan, Indonesia akan dihadapkan pada persoalan krisis air. Apabila tidak dicari solusinya maka akan berdampak signifikan bagi masyarakat. Untuk itu, Prabowo mengingatkan agar masyarakat Indonesia dapat lebih pandai mengurus serta mengelola air yang ada.

"Kita tidak boleh underestimate masalah air. Kita harus lebih pandai untuk mengurus air dan mengelola air," kata Prabowo dalam keterangannya, Jumat (1/9/2023).

Baca Juga : Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan RI: Visi Unhan RI, Menjadi Universitas Berbasis Riset Bertaraf internasional

Salah satu upaya untuk menciptakan ketahanan air sekaligus mengatasi permasalahan air di Indonesia, Prabowo telah menyiapkan sejumlah langkah strategis melalui Universitas Pertahanan (Unhan) RI.

Ia telah memberi instruksi kepada Unhan RI untuk membentuk satuan tugas (satgas) yang terjun langsung ke lapangan dan mencari titik-titik air di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan atau krisis air.  Ia berharap, masyarakat dapat terbantu dengan fasilitas air bersih melalui langkah ini.

“Di Unhan, kita punya tim pencari titik air dengan teknologi tercanggih, geolistrik, yang hampir mirip dengan seismik untuk minyak. Kita bisa menemukan hampir 100 persen akurasi,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, saat ini Unhan tengah mengembangkan program studi yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan maupun irigasi air, tetapi juga pada produksi air.

"Di universitas-universitas lain ternyata ada, (program studi) pengelolaan air, tentang irigasi air, tetapi tentang produksi air, kita sedang kembangkan itu di Unhan," pungkas dia.