KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Soal penutupan aktivitas tambang di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, menimbulkan pukulan berat bagi ribuan keluarga.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Cigudeg, Kang Ade Pradana, menyebut sedikitnya 2.500 pekerja dari 26 perusahaan tambang terpaksa "libur" hingga waktu yang belum ditentukan.
Namun, bukan hanya para pekerja. Sopir truk, pedagang kecil, hingga warga yang selama ini menggantungkan hidup dari denyut ekonomi tambang ikut merasakan dampaknya.
Baca Juga: Seorang Remaja Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk Mogok di Cigudeg
"Bukan hanya karyawan, tapi rantai ekonomi masyarakat juga ikut terhenti," ujar Kang Ade dengan nada prihatin. Sabtu, (27/9/2025).
Selama ini truk-truk tambang yang lalu lalang di jalan umum membuat kerusakan jalan semakin parah.
Warga kerap mengeluh, karena selain membahayakan pengendara, biaya perbaikan jalan justru lebih banyak dibebankan kepada anggaran pemerintah daerah.
Baca Juga: Aspirasi Anggota DPR RI Wujudkan Irigasi Baru, Petani Cigudeg Kabupaten Bogor Bernafas Lega
"Alih-alih menghadirkan solusi permanen, yang terjadi justru perbaikan tambal sulam yang cepat kembali rusak. Akibatnya, masyarakat harus menerima dua kenyataan pahit sekaligus juga jalan hancur dan aktivitas tambang terhenti." cetus Ade Pradana.
Comment