BOGOR, CEKLISSATU.COM - Gunungan sampah yang selama ini menjadi persoalan serius di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, kini dibidik untuk diubah menjadi sumber energi.
Melalui teknologi pirolisis, sekitar 1.000 ton timbunan sampah plastik TPA Galuga ditargetkan dapat diolah menjadi bahan bakar minyak terbarukan setiap hari, sejalan dengan amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengolahan sampah menjadi energi.
Hal itu seperti tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 dalam penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.
Baca Juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sarana PSE Pirolisis TNI AD
Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang mendorong percepatan implementasi kebijakan tersebut dengan mengusulkan sejumlah aspek strategis untuk kepentingan masyarakat yang belum dapat dilakukan secara mandiri karena keterbatasan fiskal daerah.
Selain pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1, pemerintah pusat melalui TNI Angkatan Darat (TNI AD) juga melaksanakan pembangunan fasilitas pirolisis yang dikerjakan oleh mitra dan berlokasi di seberang lahan PSEL, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, keberadaan fasilitas pirolisis nantinya dapat mengurangi timbunan sampah di TPAS Galuga, khususnya pada lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Baca Juga: Peresmian Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga
Menurutnya, meskipun Kota Bogor tidak lagi menggunakan sistem open dumping dan telah menerapkan metode controlled landfill, ketersediaan lahan TPAS tetap harus dijaga.
"Di samping PSEL ada pirolisis plant. Ini bisa menyerap 1.000 ton sampah deposit. Artinya, kombinasi ini kalau bisa berjalan mulus, maka kedaruratan sampah di Bogor bisa mulai terurai," ungkap Dedie Rachim, saat peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1, di Galuga.
Di lokasi yang sama, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, teknologi pirolisis tersebut mampu mengolah sekitar 1.000 ton timbunan sampah di TPAS Galuga yang nantinya menghasilkan 50 hingga 60 kiloliter BBMT per hari.
Baca Juga: PSEL Bogor Raya 1 Mulai Dibangun, 1.500 Ton Sampah Bogor Bakal Diolah Jadi Listrik
"Proses pirolisis adalah mengambil sampah plastik yang ada di timbunan sampah TPA Galuga, kemudian diolah menjadi BBMT sesuai dengan amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2025," ujarnya.
Berdasarkan penjelasan mitra pelaksana, manfaat dari proyek ini adalah mengurangi timbunan sampah sehingga dapat memperpanjang usia operasional TPA.
Selain itu, proyek tersebut juga diharapkan dapat mendukung ketahanan energi melalui produksi bahan bakar minyak terbarukan yang berdampak pada penghematan devisa karena mengurangi kebutuhan impor BBM.
Baca Juga: PSEL Galuga Segera Dibangun, Pemkot Bogor dan TNI Tuntaskan Kerja Sama Pemanfaatan Lahan
"Kemudian produk BBM akan dipasarkan secara business to business (B to B). Jika memenuhi syarat untuk publik, maka bisa dilakukan sesuai perkembangan," ujarnya.
Ia berharap keberadaan teknologi pirolisis dapat membantu TNI dalam mendukung penanganan persoalan persampahan melalui pemanfaatan teknologi menjadi energi, sesuai amanat dan penugasan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan demikian, baik sampah baru yang berasal dari proses pengangkutan maupun sampah lama yang telah menumpuk di TPA dapat ditangani. Sehingga persoalan darurat sampah seperti saat terjadi kebakaran lahan yang meluas ke area TPAS Galuga dapat diminimalisir, meskipun sistem pengelolaan telah menggunakan metode controlled landfill.
Comment