Sebenarnya, lanjut pria dengan satu anak dari satu istri, sejak beberapa tahun lalu sudah ada rencana membangun jalan khusus tambang yang menghubungkan Cigudeg hingga Rumpin sepanjang ±11–13 kilometer.
"Jalan ini digadang-gadang akan mengurangi beban jalan umum sekaligus menjadi solusi konflik sosial akibat aktivitas tambang." beber Ade.
Baca Juga: Pembangunan SMK Negeri Cigudeg Kabupaten Bogor Mulai Masuki Tahap Peninjauan Lahan
"Namun hingga kini, proyek tersebut belum juga terealisasi. Meski pembebasan lahan diklaim sudah mencapai sekitar 80 persen, sisanya masih terbengkalai. Bahkan sebagian ruas yang sempat dibuka kini dipenuhi semak belukar." sambungnya
Lebih lanjut, Ketua Karang Taruna yang kono siap menyuarakan revolusi itu menilai, dengan penutupan tambang, ribuan keluarga kini menghadapi ketidakpastian.
"Dapur terancam tak mengepul, biaya sekolah anak-anak terbengkalai, dan aktivitas ekonomi kecil-kecilan di sekitar tambang mati suri," lirihnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Bogor Siti Aisyah Dorong Karang Taruna Cigudeg Lebih Solid
"Harapan kami sederhana, kondisi kembali normal dan pemerintah serius mencari solusi. Jalan khusus tambang harus jadi prioritas, bukan sekadar janji," tegas Kang Ade.
Comment