BOGOR, CEKLISSATU – Di era digital seperti sekarang, penyebaran berita palsu atau hoax harus diwaspadai.

Hoax dapat merugikan banyak pihak dengan menyebarkan informasi yang tidak benar, menyesatkan, bahkan dapat memicu kepanikan atau konflik sosial.

Pada era digital ini, penyebaran informasi dapat beredar sangat cepat dan mudah, berkat adanya perkembangan teknologi.

Baca Juga : Mahasiswa FISIP UNIDA Gelar Pengabdian Masyarakat di SMK BINUS, Tingkatkan Literasi Digital dalam Menangkal Hoaks

Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat risiko besar yaitu penyebaran hoaks yang dapat mempengaruhi opini publik secara negatif.

Pentingnya melawan hoax tidak bisa dianggap enteng. Salah satu cara efektif adalah dengan meningkatkan literasi digital.

Masyarakat perlu dilengkapi dengan kemampuan untuk memilah dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya lebih jauh.

Baca Juga : FISIP UNIDA Bersama Liputan6.com Ajak Gen Z Buang Hoaks Pada Tempatnya

Hal ini melibatkan keterampilan dalam mengenali sumber informasi yang dapat dipercaya dan melakukan cross-check dengan sumber lainnya sebelum mempercayai serta menyebarkan informasi tersebut.

Upaya bersama untuk memfilter dan menghapus konten yang jelas-jelas hoax dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan.

Selain itu, mengedukasi masyarakat tentang bahaya hoax dan konsekuensinya juga perlu terus dilakukan secara konsisten melalui berbagai kampanye edukasi dan sosialisasi.

Baca Juga : Mahasiswa FISIP UNIDA Gelar Pengabdian Masyarakat di SMK BINUS, Tingkatkan Literasi Digital dalam Menangkal Hoaks

Untuk itu, mahasiswa Program Studi Sains Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Djuanda (UNIDA) mengajak para siswa SMA YPH Plus Bogor untuk stop hoax, Kamis 16 Junin2024.

Sekolah tingkat SMA menjadi salah satu ranah yang tepat untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya penyebaran hoax.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), para mahasiswa tersebut mensosialisasikan bahaya hoax kepada siswa-siswi kelas 10 dan 11 serta para guru dari SMA YPH Plus Bogor.

Baca Juga : HIMA AP Unida Belajar Perencanaan Pembangunan yang Berkelanjutan dari BAPPERIDA Kota Bogor

Ketua Tim Askara, Fitra Algustaf mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan PKM di SMA YPH Plus Bogor bertema Stop Hoax adalah untuk membekali generasi muda mengenai pemahaman tentang berita palsu atau hoaks.

Di tengah maraknya penyebaran informasi di era digital saat ini, penting bagi generasi muda untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang berita palsu atau hoax.

“Juga untuk mengukur pengetahuan siswa SMA YPH Plus tentang hoaks, serta memberikan edukasi yang tepat mengenai cara mencegah penyebaran berita hoax,” kata Fitra.

Baca Juga : Literasi Digital Untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi Bangsa

Sebelum masuk pada sesi pemaparan materi, tim Askara memberikan lembar soal pra-tes yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa-siswi SMA YPH Plus Bogor tentang hoax.

Materi yang disampaikan mencakup penjelasan seputar hoaks, seperti contoh-contoh, dampak hoax, dan cara mengatasi hoax.

Usai mendapatkan materi, para siswa kemudian kembali diberikan lembar soal post-test.

Baca Juga : Komunitas Pegiat Literasi Digital Kota Bogor Deklarasi Dukung Gus Imin Jadi Capres 2024

Hal itu untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai hoax, dan meningkatkan pentingnya berpikir kritis terhadap informasi.

“Edukasi tentang hoax harus dilakukan sejak dini, karena pada era digital ini menyebabkan keterbukaan akses informasi membuat masyarakat terutama pelajar, sulit untuk mencerna informasi yang akhirnya memberikan dampak mudah termakan hoaks,” tutupnya.

Penulis : Tubagus Reza Oktavian