BOGOR, CEKLISSATU.COM – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Vinus Bogor mulai memperluas pengembangan kampusnya. Di atas lahan seluas dua hektare, kampus tersebut melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung rektorat yang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar delapan bulan.
Peletakan batu pertama pembangunan gedung rektorat tersebut digelar bersamaan dengan kegiatan orientasi mahasiswa baru ITB Vinus Bogor yang diikuti sekitar 1.200 mahasiswa.
Ketua Yayasan Kampus ITB Vinus Bogor, Yusfitriadi, mengatakan pembangunan tahap awal akan mencakup sekitar 5.000 meter persegi dari total lahan yang tersedia.
“Yang akan dibangun baru 5.000 meter. Itu yang tadi peletakan batu pertama,” kata Yusfitriadi.
Menurut dia, pembangunan tersebut ditargetkan selesai sekitar Agustus 2027. Nantinya, kawasan kampus tidak hanya diperuntukkan bagi aktivitas akademik, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang mahasiswa.
“Ini semua taman. Kemudian di sini ada kantin-kantin, tempat nongkrong. Di sana pojok masjid, turun ke bawah ada ballroom, kemudian ada kelas dan rektorat,” ujarnya.
Yusfitriadi menjelaskan, pengembangan fasilitas pendidikan ITB Vinus tidak hanya terpusat di satu lokasi. Saat ini, pihaknya memiliki empat kampus yang ditempatkan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.
Kampus induk berada di Cibinong untuk melayani masyarakat wilayah tengah dan utara, termasuk Parung dan Gunung Sindur.
Kemudian terdapat kampus di Cileungsi yang diarahkan untuk menjangkau masyarakat wilayah timur seperti Jonggol dan Sukamakmur.
ITB Vinus juga memiliki kampus di Cijeruk untuk menjangkau masyarakat wilayah Cigombong dan Tamansari, serta kampus di Cibungbulang untuk masyarakat Parung Panjang dan wilayah sekitarnya.
Konsep tersebut, kata Yusfitriadi, dibuat karena luas wilayah Kabupaten Bogor membuat akses pendidikan tinggi tidak selalu mudah bagi masyarakat.
Ia menilai persoalan rendahnya minat kuliah tidak bisa serta-merta disebabkan karena masyarakat tidak ingin melanjutkan pendidikan.
“Misalnya masyarakat Bogor malas kuliah. Padahal siapa tahu mungkin karena jauh, mungkin karena tidak punya ongkos, mungkin karena kondisi ekonomi. Maka kita yang mendekatkan ke masyarakat,” jelasnya.
Yusfitriadi mengatakan ITB Vinus memilih pendekatan berbeda dengan tidak hanya menunggu masyarakat datang mendaftar ke kampus.
Menurutnya, perguruan tinggi harus turun langsung melihat persoalan yang membuat masyarakat kesulitan mengakses pendidikan.
“Kita tidak mau jadi kampus yang menunggu masyarakat supaya datang mendaftar kuliah. Kita blusukan ke masyarakat. Apa sih kendalanya tidak kuliah?” katanya.
Jika kendalanya adalah jarak, kata dia, maka kampus regional menjadi salah satu solusi. Sementara jika persoalannya ekonomi, maka penguatan program beasiswa menjadi bagian dari upaya yang dilakukan.
Pada tahun akademik ini, sekitar 1.200 mahasiswa baru mengikuti kegiatan orientasi di ITB Vinus Bogor.
Sebagian mahasiswa tersebut merupakan penerima program pemerintah daerah melalui skema bantuan keuangan desa dalam program Satu Desa Satu Sarjana.
Yusfitriadi menyebut, rata-rata terdapat sekitar tiga mahasiswa dari setiap desa yang mengikuti program tersebut. Namun, tidak seluruh desa mengarahkan penerimanya untuk berkuliah di ITB Vinus karena mahasiswa juga dapat memilih perguruan tinggi lain.
“Rata-rata tiga orang satu desa. Ada juga desa yang ke kita, ada juga ke perguruan tinggi lain,” ujarnya.
Menariknya, ITB Vinus tidak hanya mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan hingga mendapatkan gelar sarjana. Sejak semester empat, mahasiswa mulai dipetakan untuk melihat potensi usaha yang dapat mereka kembangkan.
Yusfitriadi mengatakan mahasiswa nantinya diarahkan agar skripsi yang dikerjakan memiliki keterkaitan dengan usaha yang mereka jalankan.
“Semester empat kita sudah mapping, mereka punya usaha-usaha. Sehingga mereka menyusun skripsinya, apa usaha mereka,” katanya.
Dengan pola tersebut, usaha yang dirintis selama masa kuliah diharapkan dapat terus dikembangkan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
“Usaha mereka yang akan mereka wujudkan setelah mereka lulus. Mudah-mudahan kita berikhtiar ke arah sana,” tuturnya.
Saat ini, ITB Vinus memiliki sejumlah program studi, di antaranya S1 Sistem Informasi, S1 Bisnis Digital, dan S1 Entrepreneurship.
Sementara itu, kampus tersebut dijadwalkan menggelar wisuda angkatan pertama pada November mendatang dengan jumlah sekitar 80 lulusan.
Adapun mahasiswa yang mengikuti orientasi saat ini merupakan bagian dari angkatan keempat ITB Vinus dan berasal dari seluruh program studi.
Comment