SUKABUMI, CEKLISSATU -Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda dari Program Studi Administrasi Publik dan Sains Komunikasi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kasepuhan Sirnaresmi, Desa Sirna Resmi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada 4-6 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Adat melalui Tata Kelola Pariwisata dan Komunikasi Partisipatif". Pemilihan Kasepuhan Sirnaresmi sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada posisinya sebagai kampung adat yang masih memegang teguh budaya dan kearifan lokal, serta memiliki potensi besar di bidang pariwisata.
Dekan FISIP Universitas Djuanda, Dr. Rita Rahmawati, M.Si., menyampaikan bahwa pengabdian ini merupakan wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
"Kegiatan ini tidak hanya untuk berbagi ilmu, tetapi juga untuk belajar langsung dari masyarakat adat. Kami ingin memastikan bahwa pengembangan pariwisata di Kasepuhan Sirnaresmi tetap berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal yang sudah dijaga turun-temurun," ujar Dr. Rita Rahmawati.
Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unida, Dr. Saprudin, menambahkan bahwa pelibatan dua program studi sekaligus diharapkan dapat memberikan pendekatan yang komprehensif.
"Dari sisi Administrasi Publik kami fokus pada penguatan tata kelola, sementara dari Sains Komunikasi kami dorong komunikasi partisipatif agar masyarakat adat menjadi subjek utama dalam setiap keputusan," kata Dr. Saprudin.
Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Nonakademik FISIP Unida, Irma Purnamasari, M.Si., menekankan pentingnya keberlanjutan hubungan dengan masyarakat.
"Pengabdian dosen FISIP Unida di Kasepuhan Sirnaresmi ini merupakan kelanjutan dari hubungan baik yang sudah dibangun sejak tahun 2000. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat," jelas Irma Purnamasari.
Melalui kegiatan ini, dosen FISIP Universitas Djuanda memberikan pendampingan terkait pengelolaan potensi wisata berbasis budaya, strategi komunikasi kepada publik, serta penguatan kelembagaan masyarakat adat agar mampu mengelola pariwisata secara mandiri dan berkelanjutan.
Comment