JAKARTA, CEKLISSATU – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pentingnya mewujudkan layanan angkutan umum massal yang berkeselamatan, aman, nyaman, serta terjangkau melalui program membeli layanan/buy the service (BTS).

Untuk itu, diperlukan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk peningkatan pelayanan transportasi umum massal di perkotaan untuk peningkatan program BTS.

Hal itu dikatan Budi Karya saat menjadi pembicara kunci dalam FGD “Menjaga Keberlangsungan Penyelenggaraan Angkutan Umum di Seluruh Wilayah Perkotaan Indonesia”, di Jakarta, Selasa 9 Juni 2024.

Baca Juga : Hasil Evaluasi Alibo Mengaspal Sebulan di Kota Bogor, Dishub Klaim Antusias Masyarakat Tembus 73 Persen

Sebagai stimulus, program ini harus berkesinambungan, maka tugas pemerintah kabupaten/kota untuk melanjutkan program tersebut. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari pemkab/pemkot untuk melanjutkan program BTS, disertai dengan adanya politik anggaran yang berpihak ke pengembangan angkutan umum.

Budi Karya mengatakan, BTS sangat penting dan mewarnai kehidupan masyarakat perkotaan, bahkan di perdesaan. Agar dapat memberi layanan yang baik, pemerintah daerah harus bisa memahami tata kelola pengelolaan angkutan umum modern.

“Secara operasional, pemerintah daerah dapat membentuk institusi yang akan diserahi untuk menyelenggarakan angkutan umum massal dengan sistem BTS,” kata Budi Karya.

Baca Juga : Bangun Budaya Baru Melalui Transportasi Massal, Budi Karya: Masyarakat Makin Mudah Akses Angkutan Massal

Budi Karya menambahkan,PP 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah memberikan peluang kepada daerah untuk memperbesar ruang fiskal bagi pengembangan angkutan umum massal.

Sebab, PP tersebut mengamanatkan bahwa 10% pendapatan pajak kendaraan dapat dialokasikan untuk pembangunan angkutan umum.

Sebagai contoh saat ini, Pemerintah Kota Pekanbaru telah menerapkan PP tersebut dengan memanfaatkan 5% APBD untuk mengembangkan angkutan umum. Selain itu, Provinsi Aceh, Jateng, Jatim, Kota Batam, serta beberapa kota lainnya juga telah menjalankan program sejenisnya melalui APBD secara mandiri.

Baca Juga : Catat Nih, Bikin SIM Baru Wajib Sertakan Sertifikat Mengemudi

“Kesadaran bahwa angkutan umum perkotaan sangatlah penting, menjadi hal utama dari pemda. Ini adalah jangkar dari perubahan di perkotaan,” ujarnya.

“Kalau jangkarnya tidak baik, maka angkutan yang tidak semestinya hadir di situ. Gairah untuk mengerti, lalu memahami, lalu memikirkan, lalu mengeksekusi dan merawat sangatlah penting,” imbuhnya.