KUPANG, CEKLISSATU.com– Perjuangan atlet-atlet istimewa Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Bogor di arena Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) II 2026 berbuah manis. Tampil membela kontingen Jawa Barat, tim bocce Kabupaten Bogor sukses membawa pulang enam medali sekaligus, terdiri atas tiga emas dan tiga perunggu.

Koleksi medali tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berjuang, bersaing, dan mengukir prestasi di panggung olahraga nasional.

Dari sejumlah nomor yang dipertandingkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), para atlet bocce Kabupaten Bogor menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tiga medali emas berhasil diamankan melalui penampilan impresif di nomor tunggal putra dan ganda putri.

Dua emas tunggal putra masing-masing dipersembahkan M. Virzi Alviari dan M. Syafril Hamal Ridjal. Sementara itu, pasangan Nabila Oktarini Wahyuningtiyas dan Sintia Dewi tampil gemilang untuk meraih emas pada nomor ganda putri.

Kemenangan tersebut semakin lengkap dengan tambahan tiga medali perunggu. Sintia Dewi menyumbangkan satu perunggu dari nomor tunggal putri, sedangkan Aditia Bagas Saputra dan Syafiq Khaerullah masing-masing meraih perunggu di nomor tunggal putra.

Total enam medali itu menjadi catatan membanggakan bagi SOIna Kabupaten Bogor sekaligus memperlihatkan potensi besar para atlet dalam cabang olahraga bocce.

Prestasi tersebut turut mengundang rasa bangga Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Riza Juangsah Rahmat. Ia mengaku terharu melihat perjuangan para atlet yang mampu menjawab kesempatan dengan prestasi nyata.
Bagi Riza, kebanggaan itu terasa semakin istimewa karena dirinya berkesempatan mengalungkan medali secara langsung kepada atlet yang berhasil naik podium.

“Saya merasa terharu, bangga, dan kagum melihat perjuangan para atlet SOIna Kabupaten Bogor. Apalagi, saya bisa mengalungkan medali secara langsung kepada atlet yang berhasil meraih medali. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Riza, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan para atlet tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang dibawa pulang. Lebih dari itu, pencapaian tersebut mencerminkan semangat pantang menyerah, kerja keras, serta keberanian untuk menunjukkan kemampuan di tengah persaingan tingkat nasional.

Riza juga menilai prestasi ini menjadi pengingat penting bahwa atlet dengan disabilitas intelektual memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berprestasi apabila mendapat pembinaan, dukungan, serta kesempatan yang berkelanjutan.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua SOIna Kabupaten Bogor, Ahmad Azwary. Ia menyebut torehan tiga emas dan tiga perunggu tersebut sebagai hasil perjuangan yang layak mendapat penghargaan.

Ahmad turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto atas dukungan yang diberikan kepada para atlet SOIna Kabupaten Bogor.

“Luar biasa, kami sangat bangga dengan perjuangan dan prestasi para atlet. Terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang telah memberikan dukungan penuh kepada para atlet SOIna. Dukungan ini sangat berarti bagi mereka untuk terus berjuang dan meraih prestasi,” ujar Ahmad.

Ia berharap keberhasilan di PeSONas II 2026 menjadi suntikan motivasi bagi para atlet untuk terus mengasah kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, dan menghadapi kompetisi berikutnya dengan semangat yang lebih besar.

Enam medali dari Kupang bukan sekadar angka dalam daftar perolehan prestasi. Bagi SOIna Kabupaten Bogor, capaian tersebut menjadi bukti bahwa ketika bakat bertemu dengan pembinaan dan dukungan yang tepat, para atlet istimewa mampu tampil membanggakan serta membawa nama daerah bersinar di tingkat nasional.