BEKASI, CEKLISSATU – Usai menjalani operasi hingga kakinya diamputasi, siswa Sekolah Dasar (SD) diduga korban bully di Bekasi meninggal dunia di rumah sakit, pada Kamis (07/12/2023) pukul 02.25 WIB.
Terkait hal ini, Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Hotma Sitompul mengatakan, pihaknya menerima kabar meninggalnya siswa SD korban bully berinisial F dari pengacaranya bernama, Mia Ayu Dewata.
Selain itu, AKP Hotma Sitompul menyebutkan, pihaknya sudah menetapkan satu tersangka pelaku bully kepada siswa Kelas 6 SD berinisial F di Bekasi.
Baca Juga : Terima 91 Aduan, Kemenkes RI Tegur 3 Rumah Sakit Imbas Bullying Terhadap Calon Dokter
Dikabarkan bahwa F harus menjalani operasi setelah mengalami bully dari temannya sekolahnya. Di mana kaki F dijegal sehingga harus diamputasi.
"Tersangkanya sudah ditetapkan satu anak yang merupakan teman sekolahnya. Kita sebut ABH atau anak berhadapan dengan hukum)," ungkap Hotma Sitompul kepada wartawan.
Selain itu lanjutnya, dalam mendapatkan perlakukan bullying tersebut kaki F diduga di-sliding teman sekolah, hingga berujung kakinya diamputasi dan akhirnya meninggal di RS Hermina.
Saat ini kasus bully ini berkasnya telah sampai pada pelimpahan tahap I kepada Kejari Kabupaten Bekasi.
"Setelah bekas dinyatakan rampung pihak kepolisian akan melakukan pelimpahan tahap II, yakni berkas perkara dan tersangka," tandasnya.
Diketahui F setelah mengalami bully, kondisinya sempat drop dan mengalami sesak nafas di rumahnya. Dengan kondisi ini, F kemudian dibawa ke RS Multazam Medika Bekasi untuk menjalani perawatan.
Dari hasil pemeriksaan ternyata terdapat cairan di paru-parunya dan dirujuk ke RS Dharmais Jakarta untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.
Setelah kondisinya membaik, kemudian dibawa pulang kerumahnya, namun F kembali mengalami sesak nafas dan kembali dibawa ke RS Hermina Bekasi pada 6 Desember 2023.
Namun, pada Kamis 7 Desember 2023 pukul 02.25 WIB, nyawa F tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di RS Hermina Bekasi.
Comment