Ia menegaskan, dukungan generasi muda terhadap pemerintah bukan berarti kehilangan sikap kritis. Namun, di samping itu verifikasi fakta dan data atau check and balance tetap harus berjalan sebagai bentuk demokrasi yang sehat.
“Mendukung bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Justru, kritik yang membangun adalah bagian dari dukungan itu sendiri,” tegas Usamah.
Baca Juga: Hujan Deras Guyur Kota Bandung, Pohon Tumbang di Cihampelas dan Banjir Rendam Jalan Pasteur
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah bisa memberikan ruang bagi anak muda guna berperan dalam memajukan negara dan memberikan saran terbaik mereka bagi pemerintah.
“Pemerintah harus memberi ruang bagi gelombang baru anak muda yang ingin berperan. Fasilitasi dengan bijak, arahkan dengan visi, karena kualitas kaum muda hari ini akan menentukan seberapa kuat Indonesia berdiri di panggung dunia,” tandas dia.
Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Nusantara Jawa Barat, Muhammad Ikhbal menuturkan bahwa diskusi terbuka itu bukan hanya menjadi momen Aliansi Mahasiswa Nusantara Jawa Barat, melainkan momen seluruh mahasiswa dan lapisan kaum muda untuk turut menjadi mitra kritis pemerintah.
"Diskusi ini jadi bentuk kita semua, bentuk kepedulian kita, bentuk penyampaian aspirasi kita sebagai mahasiswa. Bukan hanya AMAN namun juga untuk seluruh lapisan mahasiswa dari berbagai kampus, khususnya di Kota Bandung dan umumnya di seluruh Indonesia," tutur Ikhbal saat diwawancarai usai diskusi di Bento Kopi Cibiru, Senin (27/10/2025) malam.
Comment