BOGOR, CEKLISSATU -Terus tingkatkan pelayanan kepada pasien, Puskesmas Ciampea, Kabupaten Bogor luncurkan Program Rujuk Balik (PRB).

Inovassi PRB merupakan yang pertama di Kabupaten Bogor yang menyediakan obat langsung di puskesmas, sehingga pasien tidak perlu bolak balik mengambil obat ke Apotek PRB

Kepala Puskesmas Ciampea, Doni Aria Candra mengatakan, awal pelaksanaan di bulan April 2022 pasien PRB aktif hanya tujuh orang, namun seiring berjalannya waktu terjadi peningkatan jumlah pasien PRB aktif.

Baca Juga : Puskesmas Jasinga jadi Percontohan, Pemkab Bogor Bersiap Laksanakan ILP Kesehatan Primer Tahun 2024  

“Saat ini di bulan Juli 2024 pasien PRB aktif berjumlah 42 orang,” jelas Doni.

Doni mengatakan, bahwa obat PRB diperoleh melalui kerjasama dengan Apotek Kimia Farma sebagai Apotek PRB. Setiap awal bulan dilakukan dropping obat-obatan PRB oleh Apotek Kimia Farma dalam bentuk per paket per pasien.

Dengan sistem tersebut, kata Doni, mempercepat waktu tunggu pelayanan pasien PRB, karena obat sudah disiapkan dalam bentuk per paket per nama pasien

Baca Juga : Kasus DBD di Kota Bogor Meningkat, Komisi IV DPRD Minta Dinkes dan Puskesmas Gercep Lakukan Tindakan Pencegahan

Selanjutnya obat PRB didistribusikan oleh Farmasi Puskesmas Ciampea kepada pasien PRB aktif sesuai jadwal kunjungan pasien PRB setiap bulannya.

“Kami juga berupaya meningkatkan koordinasi dengan Apotek PRB, BPJS Kesehatan dan Aplikasi E-Puskesmas untuk bersinergi bersama sama dalam memberikan pelayanan terhadap Pasien PRB, sesuai Motto Puskesmas Ciampea 'Anda Sehat Kami Bahagia',” tuturnya.

Untuk diketahui, salah satu syarat pengajuan klaim obat oleh Apotek PRB membutuhkan Nomor Kunjungan yang sebelumnya diperoleh dari aplikasi P-Care BPJS, namun pada tahun 2023 cukup membuka aplikasi e-Puskesmas dan dengan 1 kali klik (One Click One Services) dapat dicetak nomor kunjungan pasien PRB karena sistem e-Puskesmas dan P-Care BPJS telah Bridging.

Baca Juga : Tingkatkan Layanan Angkutan Umum Melalui BTS, Budi Karya: Pentingnya Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah  

"Dengan adanya pembaharuan ini maka proses pelayanan pasien PRB menjadi lebih cepat, tentunya lebih efisien dan efektif," tutup Doni.