BEKASI, CEKLISSATU – Menjaga denyut industri Jawa-Bali tidak hanya membutuhkan ketersediaan energi listrik, tetapi juga keandalan infrastruktur transmisi yang menopang penyalurannya. Sebagai bagian dari upaya memastikan kontinuitas pasokan listrik bagi kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi Bekasi melaksanakan pemeliharaan rutin dua tahunan di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Muaratawar, Bekasi, Rabu (7/10).
Pemeliharaan yang dilaksanakan oleh Tim Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bekasi ini dilakukan secara terencana untuk memastikan kesiapan peralatan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Sebagai salah satu simpul strategis dalam jaringan transmisi 500 kV, GITET Muaratawar memiliki peran penting dalam mendukung penyaluran energi listrik pada sistem interkoneksi Jawa-Bali. Keandalan infrastruktur ini turut menopang kebutuhan listrik di wilayah dengan aktivitas ekonomi yang tinggi, termasuk kawasan industri yang memerlukan kontinuitas pasokan energi untuk menjaga produktivitasnya.
General Manager PLN UIT JBT, Amiruddin, menegaskan bahwa menjaga keandalan transmisi merupakan bagian dari tanggung jawab PLN dalam mendukung produktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Di balik industri yang terus bergerak, ada infrastruktur kelistrikan yang harus senantiasa dijaga keandalannya. Setiap langkah pemeliharaan yang kami lakukan merupakan investasi bagi keberlangsungan penyaluran energi. Kami ingin memastikan bahwa sistem transmisi tetap siap mendukung aktivitas industri, menjaga produktivitas, dan menggerakkan roda perekonomian Jawa-Bali," ungkap Amiruddin.
Melalui pemeliharaan dua tahunan, PLN UIT JBT melakukan pemeriksaan kondisi peralatan primer dan sekunder, pengujian, pembersihan, serta verifikasi fungsi sistem proteksi dan kontrol. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari strategi pemeliharaan preventif untuk mendeteksi potensi penurunan kinerja peralatan sejak dini, sehingga risiko gangguan dapat diminimalkan sebelum berdampak pada penyaluran tenaga listrik.
Manager PLN UPT Bekasi, Indra Kurniawan, menyampaikan bahwa pemeliharaan terjadwal merupakan langkah penting untuk memastikan infrastruktur transmisi mampu mendukung kebutuhan energi yang terus berkembang.
"Keandalan listrik bukan hanya tentang bagaimana kami menangani gangguan, tetapi juga bagaimana kami mencegahnya. Melalui pemeliharaan dua tahunan ini, kami memastikan setiap peralatan bekerja sesuai standar dan potensi gangguan dapat diidentifikasi lebih awal. Langkah ini penting karena kontinuitas penyaluran listrik turut menentukan kelancaran aktivitas industri dan kegiatan ekonomi masyarakat," ujar Indra.
Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan prosedur keselamatan, ketelitian pemeriksaan, dan koordinasi antarpetugas agar pemeliharaan dapat berjalan optimal dengan tetap memperhatikan keandalan sistem.
Melalui pemeliharaan terencana dan berkelanjutan, PLN UIT JBT terus memperkuat keandalan sistem transmisi 500 kV Jawa-Bali sebagai bagian dari komitmen menyediakan layanan kelistrikan yang berkualitas. Upaya ini sekaligus menegaskan peran PLN dalam memastikan infrastruktur ketenagalistrikan tetap siap menjawab kebutuhan energi serta mendukung daya saing industri nasional
Comment