BANDUNG, CEKLISSATU – Kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat dan masa depan warga binaan mendorong pengusaha asal Kota Bandung, Nisa Latif, menghadirkan usaha pencucian kendaraan atau car wash di sekitar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin.
Usaha tersebut tidak sekadar berorientasi pada keuntungan. Melalui kerja sama resmi yang berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, tempat pencucian kendaraan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan yang memenuhi kriteria, khususnya mereka yang menunjukkan perilaku baik.
Program tersebut diharapkan dapat membekali warga binaan dengan pengalaman kerja, kedisiplinan, serta keterampilan yang berguna sebagai bekal ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Lahan yang kini dimanfaatkan untuk kegiatan usaha itu sebelumnya merupakan area yang tidak produktif dan sempat digunakan sebagai tempat berkumpul anak punk. Nisa kemudian menyewa lahan tersebut untuk mengubahnya menjadi kawasan usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Selain menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lapas, pemanfaatan lahan melalui skema sewa tersebut juga memberikan kontribusi kepada negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Dalam menjalankan usahanya, Nisa turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, manfaat keberadaan car wash tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga binaan, tetapi juga warga sekitar yang memperoleh peluang untuk bekerja.
Mengikuti kebutuhan masyarakat modern, fasilitas yang disediakan pun cukup beragam. Selain melayani pencucian mobil dan sepeda motor, tempat ini dilengkapi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bagi pengguna kendaraan listrik.
Tersedia pula kafe yang dapat dimanfaatkan pelanggan sebagai tempat beristirahat dan menunggu selama kendaraan dicuci maupun saat mengisi daya kendaraan listrik.
Di balik fasilitas tersebut, Nisa juga membawa misi sosial melalui kegiatan keagamaan dan bakti sosial yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Pada Jumat pertama setiap bulan, sebagian keuntungan usaha disalurkan untuk membantu anak yatim piatu dan kaum dhuafa di sejumlah wilayah Kota Bandung. Bantuan yang diberikan antara lain berupa uang tunai, paket sembako, serta perlengkapan alat tulis bagi anak-anak yang membutuhkan.
Nisa mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmennya agar usaha yang dijalankan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Jadi, setiap rupiah yang dikeluarkan pelanggan, kami alokasikan sebagian untuk menyantuni anak yatim dan dhuafa. Kami menyiapkan kafe sebagai ruang tunggu yang nyaman selagi pelanggan mencuci kendaraan atau mengisi daya mobil listrik mereka,” ujar Nisa, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, kegiatan usaha dapat menjadi sarana untuk menciptakan peluang kerja sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama.
Kehadiran car wash di sekitar Lapas Sukamiskin ini memperlihatkan bagaimana pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Melalui pemberdayaan warga binaan, penyerapan tenaga kerja lokal, kontribusi kepada negara, serta penyaluran bantuan sosial, usaha yang dirintis Nisa Latif diharapkan mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.
Comment