Ia menambahkan, momentum Hari Kartini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap perempuan, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam menciptakan lingkungan transportasi yang inklusif dan aman bagi seluruh pengguna jasa.
Saat ini, KAI telah melakukan berbagai upaya pencegahan pelecehan seksual, di antaranya penyediaan toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan di kereta api jarak jauh, penyediaan gerbong khusus wanita pada layanan KRL, pemasangan CCTV analytic di sejumlah titik, penyediaan kursi prioritas (female seat), pelaksanaan edukasi di stasiun dan sekolah, serta layanan pengaduan melalui Contact Center KAI 121.
Dalam sesi talkshow, para narasumber memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, langkah pencegahan, hingga mekanisme pelaporan yang dapat dilakukan baik oleh korban maupun saksi. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan keberanian masyarakat untuk bersikap dan melapor.
Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang terdiri dari pelanggan kereta api serta tamu undangan. Pada sesi ini, peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan pandangan terkait upaya pencegahan pelecehan seksual di ruang publik.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan petisi anti pelecehan seksual oleh para narasumber, tamu undangan, serta pelanggan di Stasiun Pasar Senen. Petisi tersebut menjadi simbol dukungan kolektif dalam menciptakan lingkungan transportasi yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Comment