JAKARTA, CEKLISSATU -- Legenda sepak bola Indonesia, Firman Utina, mengecam keras keterlibatan staf pelatih dalam aksi kericuhan di lapangan. Dia mengusulkan sebaiknya tidak hanya pemain yang dihukum pelatihpun harus dicabut lisensinya.
Pernyataan ini muncul sebagai respon atas aksi "tendangan kungfu" dan pemukulan yang terjadi pada laga EPA U-20 2025/2026 yang viral di media sosial.
Insiden kekerasan itu melibatkan pemain dan pelatih kiper Bhayangkara FC U-20 terhadap pemain Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2026, Firman Utina menegaskan bahwa pelatih yang terlibat kekerasan harus dicabut lisensinya.
Firman meminta PSSI tidak hanya menghukum pemain, tetapi juga memberikan sanksi berat kepada pelatih, termasuk pencabutan lisensi kepelatihan.
Firman menyindir pelatih yang terlibat dan memprovokasi dengan kalimat tidak pantas, "Kamu itu pelatih, bukan preman, makanya kursus jangan tidur supaya belajar sama-sama".
Sebagai Direktur Akademi Dewa United, ia menekankan bahwa kompetisi usia muda seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan tempat keributan atau kekerasan.
Kericuhan yang melibatkan pelatih kiper Bhayangkara FC U-20, Ferdiansyah, dan beberapa pemain tersebut berujung pada tindak kekerasan fisik, yang menurut Firman tidak mencerminkan sikap seorang pendidik sepak bola.
Comment