JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan, pentingnya percepatan revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. 

Pratikno menjelaskan, bahwa penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi merupakan tindak lanjut arahan Presiden pada rapat kabinet 4–5 November 2025 yang menekankan perlunya terobosan dalam pendekatan vokasi.

Ia menuturkan bahwa revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dalam negeri yang tumbuh seiring hilirisasi dan ekspansi ekonomi.

Baca Juga: Dosen IPB University Latih ASN Pesawaran Produksi Press Release Berbasis Articial Intelegence

Tetapi juga untuk menangkap peluang penempatan sumber daya manusia di luar negeri, khususnya di negara-negara maju yang menghadapi _aging society_.

"Revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi ini dipercepat bukan hanya untuk kebutuhan pasar kerja dalam negeri, tetapi juga peluang sumber daya manusia di luar negeri yang makin besar," ujar Pratikno, dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).

Lebih lanjut, Pratikno juga menekankan dua agenda besar yang berjalan paralel dan saling menguatkan dalam percepatan revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi. 

Baca Juga: Tekaté Karya Mahasiswa Vokasi UI Raih Penghargaan di Oregon Screams Horror Film Festival Fall 2025

Agenda pertama adalah penyempurnaan kelembagaan dan penguatan kesesuaian tenaga kerja.

Pratikno menjelaskan, bahwa Tim Koordinasi Nasional Vokasi (TKNV) berdasarkan Perpres Nomor 68 Tahun 2022 telah melahirkan sejumlah inisiatif, termasuk telah terbentuknya Tim Koordinasi Daerah Vokasi di 29 provinsi. 

Kemudian dengan adanya perubahan nomenklatur kabinet, diperlukan perapihan kelembagaan agar koordinasi berjalan lebih cepat dan efektif.

Baca Juga: Patahkan Stigma UI Tidak Membumi, Mahasiswa Fisioterapi UI Rangkul Lansia untuk Hidup Sehat

"Kita akan revitalisasi kelembagaan, mulai dari yang paling sederhana yang penting bisa bekerja. Sambil menunggu Perpres baru nanti, kita tetap optimal bekerja," tegasnya.

Agenda kedua adalah penguatan untuk memastikan kecocokan antara lulusan vokasi dengan kebutuhan industri. 

Dia menyebutkan, bahwa berbagai kementerian/lembaga telah memiliki banyak program, namun masih berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi optimal.

Baca Juga: Menko PMK Muhadjir Effendy Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyakit Gagal Ginjal Akut

Untuk itu, ia menekankan pentingnya pembangunan Smart Integrated Dashboard yang mampu menyatukan data kementerian/lembaga secara real-time, mempercepat job matching, serta memudahkan penyelarasan kurikulum dan standar kompetensi sesuai kebutuhan industri.

"Kita perlu Smart Integrated Dashboard yang bisa memadukan semua data dari kementerian/lembaga. Dengan begitu, supply dan demand sumber daya manusia bisa bertemu dengan cepat dan akurat," kata Pratikno.

Dia meminta seluruh kementerian/lembaga segera menugaskan PIC dan melakukan data sharing agar integrasi sistem dapat berjalan paralel dengan penataan kelembagaan. 

Baca Juga: Asesmen Mitigasi Pola Keamanan Untuk Cegah Potensi Aksi Terorisme Ikut Sukseskan PON XXI

Ia menegaskan bahwa langkah-langkah jangka pendek yang langsung berdampak bisa segera dijalankan, termasuk peningkatan kemampuan bahasa, sertifikasi, hingga penyesuaian kurikulum.

"Sambil menata kelembagaan dan membangun platform integrasi, kita mulai identifikasi program jangka pendek yang bisa dieksekusi segera. Misalnya peningkatan kemampuan bahasa, sertifikasi, dan penyesuaian kurikulum agar sesuai pasar kerja," jelasnya.

Pratikno juga menyampaikan, bahwa revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas SDM nasional, yang membutuhkan dukungan penuh seluruh kementerian/lembaga, dunia usaha, serta lembaga sertifikasi.