BOGOR, CEKLISSATU - Menindaklanjuti kasus keracunan makanan program MBG di Sekolah Bina Insani Bogor, Badan Gizi Nasional (BGN) didampingi Wali Kota Bogor Dedie Rachim, kunjungi korban di Rumah Rumah sakit Daerah (RSUD) Kota Bogor pada Sabtu, (10/5/2025).

Dedie Rachim mengatakan, kedatangan Kepala BGN  Dadan Hindayana itu juga untuk mengambil langkah dan upaya penaganan kedaruratan atas keracunan makanan MBG.

"Kami meninjau korban keracunan makanan yang terjadi pada selasa, (07/05/2025). Untuk kondisi korban sudah berangsur membaik, namun kita tetap membuat pemetaan kemungkinan masih ada laporan yang masuk,” kata Dedie kepada wartawan.

Baca Juga: Dinkes Bergerak Cepat Tindaklanjuti Dugaan Keracunan Makanan

Dedie menambahkan, masih ada beberapa kasus yang reaksinya agak lambat, untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya mengambil langkah penanganan kedaruratan. 

“Pemkot Bogor telah menetapka. KLB keracunan makanan MBG pada Rabu kamis kemarin, tujuannya untuk membuat proses penanganan administrasinya accountable dan transparan,” beber Dedie.

Menurutnya, hal itu bertujuan untuk memastikan korban yang terdampak keracunan biaya medisnya dibiayai Pemkot Bogor.

Baca Juga: Ratusan Siswa SMPN 35 Bandung Keracunan Makanan, Mengalami Gejala Mual dan Diare

Selain itu, Pemkot Bogor ingin memastikan yang penyebab kejadian keracunan tersebut.

“Pemkot Bogor ingin mengetahui juga asal muasalnya darimana? Apalah betul dari SPPG atau dari sumber-sumber yang lain, makanya muntahan anak kita periksa, kemudian juga tray kita periksa, sisa makanan juga kita periksa, bahkan ada cara-cara medis yang kita tempuh untuk memastikan ini jenis apa? Bakteri atau apa, nanti bisa kita ungkap dari hasil penelitian labolatorium dari Kota Bogor,” ujar Dedie.