JAKARTA, CEKLISSATU -- Grandmaster (GM) Utut Adianto memberikan apresiasi tinggi terhadap pecatur muda Indonesia, Shafira Devi yang tampil gemilang di Kejuaraan Catur Zonal 3.3 Asia di Mongolia.Sekaligus merebut tiket lolos ke Piala Dunia 2025.
Shafira menjadi satu-satunya pecatur Indonesia yang membawa papan catur sendiri — sebuah tindakan sederhana namun penuh makna yang menunjukkan kesiapan, keseriusan, dan komitmen terhadap permainan.
Hal itu diungkapkan GM Utut Adianto dalam sesi coaching clinic yang digelar di sela-sela Turnamen JAPFA Fide Rated 2025 di Gedung Serbaguna, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada
"Shafira satu-satunya yang bawa papan catur sendiri waktu di Mongolia. Itu kecil, tapi artinya besar. Dia siap tanding kapan saja, dan hasilnya terbukti — dia bisa merebut gelar juara Zonal 3.3 Asia," ujar GM Utut Adianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB. Percasi.
Ia menekankan bahwa kesiapan mental dan teknis sangat berpengaruh dalam pertandingan catur, terlebih di level internasional.
Ditambahkan bahwa kesuksesan Shafira menjadi pelajaran penting bagi para pecatur muda lainnya agar senantiasa siap dalam segala situasi.
Coaching clinic yang digelar dalam turnamen JAPFA Fide Rated 2025 ini bertujuan memberikan wawasan strategis, terutama dalam permainan posisional, kepada para pecatur muda.
GM Utut menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk menggurui, tetapi untuk membangun pola pikir dan kedisiplinan bermain sejak dini.
Coaching clinic perlu dilakukan, bukan untuk menggurui tapi untuk mengingatkan bagi para pecatur, khususnya yang muda-muda, agar bermain dengan kemampuan strategi yang jitu," jelas GM Utut.
Sementara itu, R. Artsanti Alif, Head of Social Investment PT JAPFA Comfeed Indonesia, menilai kehadiran GM Utut dalam coaching clinic menambah bobot nilai turnamen. Menurutnya, pelibatan tokoh sebesar GM Utut sangat menginspirasi dan menunjukkan komitmen kuat dalam pembinaan catur nasional.
Comment