KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Belum lama ini dikabarkan bahwa aliran sungai Cikaniki kembali berwarna coklat dan diduga sejumlah ikan mati terjadi di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Menyikapi adanya laporan tersebut, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor langsung melakukan peninjauan dan mengambil sampel air serta lumpur di lokasi itu.

Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan pada Diskanak Kabupaten Bogor, H. Rohman menyebutkan, sesuai informasi awal yaitu terjadi kematian ikan pada hari Minggu, pihaknya langsung meninjau lokasi sebagai respon permintaan masyarakat terkait kematian ikan.

Baca Juga: PWI Kabupaten Bogor Masa Bhakti 2024-2027 Resmi Dilantik, Siap Jadi Terdepan Profesional Berintegritas

"Tindakan yang akan kita lakukan itu menganalisis apa penyebabnya, apakah karena faktor alam atau faktor lain. Tadi kita tes dengan mengambil air maupun lumpur," ungkap Rohman kepada wartawan.

"Akan diuji barameter fisik airnya dan lumpurnya, perihal apa yang terkandung di dalamnya," tambahnya.

Selain itu lanjut Rohman, pihaknya akan segera menindak lanjuti sambil menunggu keputusan camat. Karena sampel tersebut akan dianalisis dengan IPB atau BRIN di laboratoriumnya.

Baca Juga: Tim Transisi Dedie -Jenal Sampaikan Harapan untuk Transisi Pemerintahan

"Identik yang diperlukan yaitu sampel ikan, itu akan lebih cepat diketahuinya. Disinyalir terkait tambang ilegal, mengaitkan hal itu tetap harus berdasarkan kajian dulu. Ini ikannya mati karena apa," terangnya.

"Dalam bahasa kita ada banyak sebabnya, entah itu perubahan musim, mekanik atau terjadi masyarakat ngubek air sehingga air menjadi keruh," lanjutnya.

Ia menilai, terkait adanya dugaan pencemaran, tentunya diperlukan mencari solusinya bersama-sama. Karena hal tersebut melibatkan beberapa SKPD.

"Saya terus terang Dinas Perikanan dan Peternakan menjaga ekosistem itu. Karena ini bisa menjadi sumber mata pencaharian dari masyarakat. Kalau lihat kejadian kemarin, karena sekarang sedang musim hujan, bisa saja ini sekarang sudah normal," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Bogor Gelar Pertemuan dengan Tim Transisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih, Ini yang Dibahas

Menurutnya, kalau memang pencemaran itu continue, maka sampai sekarang air juga masih mengandung polutan. Namun, apabila hanya kemarin saja air itu tercemar, maka pihaknya yakin hari ini sudah normal.

"Fungsi dari aliran sungai ini adalah air bisa membersihkan diri sendiri, bisa mengembalikkan kondisi fisik air itu sendiri kembali normal lagi. Kecuali memang continuitas polutannya, atau tidak ini pencemarannya," bebernya. 

"Dengan lintas stakeholder masih harus kita pastikan apakah ini continuitas atau tidak pencemarannya. Dari dinas perikanan dan peternakan kita akan uji, kemudian dari DLH akan uji lagi, dan dikoordinasikan dengan IPB dan BPATP," pungkasnya.