JAKARTA, CEKLISSATU – Dalam satu bulan, Polda Metro Jaya mencatat terjadi 10 juta pelanggaran lalu lintas di Jakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Latif Usman mengatakan, jumlah pelanggaran lalu lintas itu tercatat melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Kombes Pol. Latif Usman mengatakan saat ini terdapat 137 kamera ETLE, terdiri dari 127 statis dan 10 mobile.

Baca Juga : Siap-siap, Polda Jateng Incar Pelanggar Lalin Pakai ETLE Drone

“Kamera itu mencatat pelanggaran dari pengendara motor maupun mobil,” kata dia dikutip dari laman Humas Polri, Minggu 7 juli 2024.

Dirlantas Polda Metro Jaya Paling banyak tidak gunakan helm, ganjil genap, tidak gunakan sabuk pengaman, dan penggunaan ponsel.

Kombes Pol. Latif Usman menjelaskan bahwa tilang manual saat ini sudah sangat dibatasi dan memprioritaskan secara elektronik.

Baca Juga : Polisi Kembangkan Kamera ETLE Bisa Deteksi Pengendara Tak Miliki SIM

Penilangan manual diutamakan kepada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, dengan mempertimbangkan situasi di lapangan.

“Kami akan tetap memaksimalkan ETLE, penilangan manual adalah sangat selektif,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, penilangan manual yang bisa langsung diberikan bisa juga kepada pengguna pelat palsu, penggunaan strobo bagi yang tidak berkepentingan, dan melanggar rambu lalu lintas yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Baca Juga : 14 Hari Operasi Keselamatan, 86.437 Pengendara Ditilang, Berikut Ini Rinciannya

Untuk mencegah terjadinya pungutan liar atau pungli, Latif mengimbau agar masyarakat melaporkan perbuatan itu yang dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Tentunya langsung laporkan saja anggota di lapangan yang melakukan hal tidak terpuji, nggak usah takut,” tutup dia.