BOGOR, CEKLISSATU - Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun, aktivitas yang padat, penggunaan gawai hingga larut malam, serta kebiasaan begadang membuat sebagian orang sering mengurangi waktu istirahat mereka.

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur tidak hanya menyebabkan rasa kantuk pada keesokan harinya, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental dalam jangka panjang. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa dianjurkan untuk tidur setidaknya tujuh jam setiap malam guna menjaga kesehatan dan fungsi tubuh secara optimal. Berikut adalah dampak dari kurangnya tidur bagi kesehatan:

1. Menurunkan Konsentrasi dan Daya Ingat

Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan otak dalam berkonsentrasi dan mengolah informasi. Berdasarkan informasi dari Harvard Health Publishing, seseorang yang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup cenderung mengalami penurunan fokus, reaksi yang lebih lambat, serta gangguan daya ingat.

Baca Juga: Kurang Tidur dan Alzheimer: Siklus Berbahaya yang Terabaikan

Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari, baik saat belajar maupun bekerja. Akibatnya, produktivitas menurun dan risiko melakukan kesalahan menjadi lebih tinggi.

2. Memengaruhi Suasana Hati

Tidak hanya memengaruhi kemampuan berpikir dan berkonsentrasi, kurang tidur juga dapat berdampak pada kondisi emosional seseorang. CDC menyebutkan bahwa tidur yang tidak cukup berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati, termasuk kecemasan dan depresi.

Orang yang sering begadang umumnya lebih mudah merasa lelah, mudah tersinggung, dan sulit mengendalikan emosi dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur yang teratur.

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

Kurang tidur dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menurut CDC, kebiasaan tidur kurang dari tujuh jam per malam dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.