CIANJUR, CEKLISSATU - Pemerintah Kabupaten Cianjur memperkirakan kebutuhan anggaran pemulihan pascagempa di Cianjur dibutuhkan anggaran Rp 6 triliun. 

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan dana tersebut dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur, perbaikan fasilitas kesehatan, pendidikan, pasar, dan rumah warga terdampak bencana.

“Dari catatan kami kalau kerugian mencapai Rp 4 triliun, tetapi butuh Rp6 triliun lebih untuk mengembalikan keadaan Cianjur dari semua aspek, baik renovasi rumah, sarana penunjang perekonomian, pendidikan, hingga kesehatan,” ujar Herman, Kamis 15 Desember 2022.

Baca Juga : Rumah Tak Terdampak, Sekdes di Cianjur Dapat Bantuan Rp 30 Juta Picu Protes Korban Gempa

Besarnya anggaran yang dibutuhkan, kata Herman, sehingga mustahil pemulihan bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Menurutnya harus ada ikut campur dari pemerintah pusat. 

“Jika mengandalkan dana dari Pemkab Cianjur untuk pemulihan paskagempa ini, tidak akan terkejar, saya yakin tidak akan terkejar,” ungkapnya. 

Sementara berdasarkan data Pemkab Cianjur total rumah rusak mencapai 55.391 unit. Rinciannya, rumah rusak berat sebanyak 13.421, rumah rusak sedang 15.757, dan rumah rusak ringan 26.213 unit.

Sedangkan infrastruktur yang rusak tercatat sekolah sebanyak 540 unit, tempat ibadah yang rusak mencapai 279 unit. 

Kemudian, Faskes yang rusak mencapai 18 bangunan, dan kantor sebanyak 17 bangunan. Kecamatan terdampak 16 kecamatan terdiri dari 169 desa.