CIANJUR, CEKLISSATU - Sebanyak 276 murid SDN Panyawean, Desa Ciherang , Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa belajar di tenda darurat. Ini sebabkan sekolah mereka rusak berat akibat diguncang gempa magnitudo 5,6 pada 21 November 2022 lalu.
Akibat keterbatasan fasilitas, mereka pun harus mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) secara bergantian.
"Tiga ruangan kelas rusak berat dan selebihnya retak-retal. Makanya kegiatan belajar di tenda darurat," kata Kepala Sekolah SDN Panyawean Ani Muryani, Senin 12 Desember 2022.
Baca Juga : Jasad Bocah SD Korban Gempa Cianjur Ditemukan di Reruntuhan Bangunan
Kegiatan belajar mengajar menggunakan dua tenda ukuran besar dari BNPB sudah berlangsung sejak 5 Desember lalu. Ini agar mereka tidak ketinggalan mata pelajaran. Terlebih saat ini sedang Penilaian Akhir Semester.
"Alhamdulillah kelas 1 sampai kelas 6 hari ini bisa mengikuti penilaian akhir semester meskipun telat dibanding dengan sekolah-sekolah yang tidak kena bencana," terangnya.
Ani mengatakan rumah-rumah muridnya pun ada yang rusak berat, sedang dan ringan dampak guncangan gempa.
"Dari 276 orang, cuma 7 siswa kami yang rumahnya tidak terdampak. Mereka banyak yang tinggal di pengungsian," ucapnya.
Comment