“Tadi ada forum diskusi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat. Salah satunya membahas bagaimana merumuskan narasi ke depan seiring dengan pembangunan lanjutan Museum Pajajaran,” kata Firdaus.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama berupa Gedung Bumi Ageung Batutulis telah rampung. Selanjutnya, fokus akan diarahkan pada pengembangan isi museum, termasuk penataan koleksi dan penguatan alur cerita sejarah.

“Pembangunan pertama sudah selesai dengan adanya Gedung Bumi Ageung Batutulis. Sekarang, melalui Kementerian Kebudayaan dan BPK Wilayah IX, kita akan merumuskan langkah-langkah selanjutnya terkait storyline museum, bagaimana museum ini terus berkembang, termasuk koleksi-koleksi yang akan diisi,” jelasnya.

Firdaus menambahkan, penyusunan narasi museum tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar menghasilkan narasi sejarah yang kuat, utuh, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tidak bisa kita menunjuk A atau B saja, tetapi harus melibatkan seluruh kepentingan yang dapat memberikan masukan dalam menentukan narasi storyline Museum Pajajaran,” tandasnya.