BOGOR, CEKLISSATU.COM - Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bogor, Agus Ridallah menegaskan, bahwa Kemah Persahabatan Santri Alumni di Kecamatan Leuwisadeng menjadi wadah penting bagi generasi muda pesantren untuk berdialog, melatih kepemimpinan, sekaligus meneguhkan nilai kebangsaan. 

Kemah Persahabatan Santri Alumni yang berlangsung 29–31 Agustus 2025 itu diikuti ratusan santri alumni dari berbagai daerah, dengan semangat membangun Indonesia dari pesantren.

Acara yang dipusatkan di lapangan utama Green House Pondok Pesantren Daarul Rahman II ini mengangkat tema 'Dari Pesantren, Bersama Membangun Indonesia'. 

Baca Juga: Hadiri Kemah Persahabatan Ponpes Daarul Rahman, Aan Triana Al Muharom: Santri Garda Terdepan Kebhinekaan

Para santri alumni tak hanya berkemah, tetapi juga mengikuti rangkaian kegiatan kebangsaan, penguatan karakter, hingga diskusi lintas daerah.

Dalam sambutannya, Agus Ridho mengaku bangga dengan inisiatif para alumni Daarul Rahman yang mampu menyelenggarakan perkemahan tingkat nasional.

"Kemah Persahabatan Santri Alumni hari ini sangat bagus, luar biasa. Santri Daarul Rahman sudah mampu menyelenggarakan perkemahan se-Indonesia dengan para alumninya. Ini sesuatu yang membanggakan," ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Al Azhar Youth Soccer Cup 2025 Ajang untuk Melahirkan Generasi Emas Sepak Bola Nasional

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi generasi muda pesantren agar lebih kreatif, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan global.

"Dengan adanya kegiatan kemah ini, adik-adik bisa lebih kreatif, mendapatkan pengalaman, dan pada akhirnya mereka menjadi kader bangsa yang berkualitas untuk membangun negara ini," ucapnya.

Sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor yang juga alumni Daarul Rahman, Camat Leuwisadeng, Kapolsek Leuwiliang, serta Danramil Leuwisadeng. 

Baca Juga: Miliki Karakteristik Epistemologis, Menag: Pesantren Jadi Pilar Transformasi Pendidikan

Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa pesantren memiliki peran vital dalam melahirkan generasi bangsa yang tangguh.

Agus Ridho juga menekankan, di era digital saat ini, santri harus mampu memanfaatkan teknologi untuk berdakwah, berinovasi, sekaligus menjaga nilai kebangsaan.

"Santri jangan hanya terbatas di ruang kelas atau pondok. Dunia digital harus menjadi ruang dakwah sekaligus inovasi," katanya.

Baca Juga: Wabup Jaro Ade: Pesantren Kilat dan I’tikaf Ramadan Jadi Upaya Pemkab Bogor Perkuat Keimanan Umat

"Dengan begitu, pesantren benar-benar bisa melahirkan generasi yang tidak hanya religius, tapi juga cerdas dan melek teknologi," lanjutnya.

Dengan semangat “Berkhidmat untuk Umat dan Bangsa”, Kemah Persahabatan Santri Alumni di Bogor itu juga sekaligus meneguhkan kembali pesantren sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya menjaga akar budaya dan agama, tetapi juga mempersiapkan santri menghadapi tantangan masa depan.