“Ada 800 warga yang terdampak, termasuk fasilitas umum SD, SMP, dan masjid,” sambungnya.
Menurut Aja, solusi jangka panjang yang paling realistis adalah pembangunan jaringan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Kami sudah ajukan ke PDAM, cuma katanya kuota airnya belum cukup dan masih nunggu bendungan, tapi saya pikir ini satu-satunya jalan, kalau bikin sumur bor terus, cuma buang duit," tegasnya.
Ia juga menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah desa dan pemerintah daerah agar PDAM bisa masuk dengan skema subsidi.
“Jangan PDAM mandiri, harus yang subsidi, supaya warga juga nggak terbebani bayarnya," tutupnya.
Comment