BEKASI, CEKLISSATU– Kelompok Tani Berkah Sakabeh di Desa Cicau, Kabupaten Bekasi, kini mampu meningkatkan intensitas tanam dari dua menjadi tiga kali panen setiap tahun setelah memanfaatkan listrik melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Agriculture yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bekasi. Program tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menekan biaya produksi dan memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan musim kemarau.
Desa Cicau merupakan salah satu wilayah yang berada di sekitar jalur transmisi SUTET 500 kV Cibatu–Deltamas.
Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian. Selama bertahun-tahun, keterbatasan pasokan air saat musim kemarau membuat petani hanya dapat menanam dua kali dalam setahun. Penggunaan pompa berbahan bakar minyak (BBM) juga meningkatkan biaya operasional dan membatasi efisiensi usaha tani.
Baca Juga: Digagas PLN UID Jakarta Raya, Program Konservasi Pulau Sabira Raih Predikat Platinum di Indonesia Green Awards 2026
Untuk mengatasi tantangan tersebut, PLN menghadirkan program Electrifying Agriculture melalui penyediaan sambungan listrik baru berkapasitas 10.600 VA yang terintegrasi dengan pompa air irigasi dan instalasi kelistrikan.
Program ini juga dilengkapi dua unit traktor listrik, mesin perontok padi listrik, mesin pemotong rumput listrik, pembangunan saung petani yang dilengkapi panel listrik sebagai pusat operasional peralatan, penyediaan bibit padi dan cabai, serta pelatihan pengolahan hasil panen dan pemasaran produk.
Dampak program mulai dirasakan secara nyata oleh para petani.
Biaya produksi berkurang sekitar Rp36,36 juta per tahun, terutama dari penghematan penggunaan BBM. Di sisi lain, ketersediaan air sepanjang tahun memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam menjadi tiga kali panen dalam setahun. Pemanfaatan peralatan berbasis listrik juga mempercepat proses pengolahan lahan hingga pascapanen sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.
Comment