Selain meningkatkan produktivitas, program ini turut mendorong pemanfaatan energi listrik di sektor pertanian. Tercatat konsumsi listrik mencapai 11.994 kWh per tahun dan berkontribusi terhadap peningkatan penjualan tenaga listrik PLN sekitar Rp4,78 juta per tahun.


Secara keseluruhan, program ini telah memberikan manfaat kepada 1 kelompok tani yang terdiri atas 24 petani dengan luas lahan garapan sekitar 40 hektar. Produktivitas lahan meningkat sebesar 50 persen, sementara pendapatan rata-rata petani bertambah sekitar Rp12 juta per tahun.

Efisiensi penggunaan energi juga mengurangi konsumsi BBM sekitar 2.560 liter per tahun, sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
Masum, petani sekaligus Local Hero Kelompok Tani Berkah Sakabeh, mengatakan perubahan paling terasa adalah tersedianya air sepanjang tahun, sehingga petani tidak lagi bergantung pada musim.


"Dulu kami harus membeli BBM untuk menjalankan pompa air dan tetap bergantung pada musim. Sekarang air tersedia kapan saja karena menggunakan listrik. Biaya operasional jauh lebih hemat, pekerjaan lebih cepat, dan kami bisa menanam tiga kali dalam setahun. Pendapatan petani juga meningkat sekitar Rp12 juta setiap tahun. Perubahan ini sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha tani," ujar Masum.


Manager PLN UPT Bekasi, Indra Kurniawan, mengatakan pemanfaatan listrik di sektor pertanian menunjukkan bahwa energi tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Electrifying Agriculture merupakan salah satu upaya PLN untuk memperluas manfaat listrik bagi sektor produktif.

Ketika akses energi mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan memperkuat pendapatan petani, maka listrik menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berharap model ini dapat direplikasi di lebih banyak wilayah yang memiliki potensi pengembangan pertanian."