Program Electrifying Agriculture juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui modernisasi sektor pertanian. Pemanfaatan energi listrik sebagai penggerak aktivitas budidaya dan pascapanen diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta memperkuat daya saing petani di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.
Dari tahun 2025 hingga 2026, PLN UIT Jawa Bagian Tengah telah melaksanakan empat Program Electrifying Agriculture (EA) di berbagai wilayah, terdiri dari dua program pada tahun 2025 dan dua program pada tahun 2026.
Pada pelaksanaan tahun 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 76 penerima manfaat, yang berasal dari Kelompok Tani Berkah Sakabeh sebanyak 24 orang dan Kelompok Tani Jayawangi sebanyak 52 orang. Sementara itu, dua program EA tahun 2026 masih dalam tahap pelaksanaan dengan melibatkan 20 anggota kelompok sebagai penerima manfaat awal.
Seluruh program tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya TPB 2 Tanpa Kelaparan, TPB 7 Energi Bersih dan Terjangkau, TPB 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta TPB 13 Penanganan Perubahan Iklim.
Bagi Kelompok Tani Berkah Sakabeh, manfaat listrik kini tidak hanya dirasakan sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai faktor yang meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan usaha tani, dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Transformasi sederhana dari pompa berbahan bakar minyak menuju pompa listrik membuktikan bahwa akses energi yang andal dapat menjadi penggerak perubahan nyata bagi sektor pertanian.
Comment