“Minimal orang tua bisa menyadari bahwa bahaya rokok tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga sangat berbahaya bagi keluarganya,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena mengatakan, angka perokok di kalangan anak muda di Kota Bogor cukup mengkhawatirkan. Karena itu, pihaknya menjadikan pelajar sebagai sasaran utama program edukasi dan pencegahan.
“Kami menyasar anak-anak muda karena angkanya memang cukup mengkhawatirkan. Di Kota Bogor, usia pertama kali anak merokok rata-rata 12,8 tahun. Artinya, saat baru lulus SD atau baru masuk SMP, mereka sudah mulai merokok,” ujar Erna.
Baca Juga: Kakomlek Kostrad Buka Bogor Junior League 2026, Cetak Bibit Unggul Sepakbola Masa Depan
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Kota Bogor, sekitar 87 persen anak mulai merokok karena pengaruh lingkungan sekitar, termasuk melihat orang dewasa merokok, paparan iklan, maupun display produk rokok.
“Sebanyak 87 persen anak terpengaruh karena melihat orang dewasa merokok, melihat iklan, dan melihat display rokok. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” katanya.
Melalui pembentukan Duta KTR, Dinkes Kota Bogor berharap para pelajar dapat berperan sebagai edukator sebaya yang mampu menyampaikan informasi mengenai bahaya rokok kepada teman-temannya.
Comment