"Technology Index untuk high income adalah 8,4, sementara upper middle income 0,4. Artinya, kita harus meningkatkan penguasaan terhadap sains dan teknologi sampai 12 kali lipat dari posisi sekarang. Ini adalah tugas kampus,” tambahnya.
 
Untuk itu, pemerintah saat ini tengah berupaya mengembangkan industri strategis dengan menggalakan riset dan inovasi di delapan bidang prioritas, yakni pangan, energi, kesehatan, pertahanan, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (AI dan semikonduktor), material dan manufaktur maju, serta maritim.

Baca Juga: Ikon Baru Kabupaten Bogor: Lawang Kori Siap Diresmikan, Tunggu Taman Selesai
 
Terkait hal ini, Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah mengamini peran universitas dalam pengembangan industri di Indonesia. Menurutnya, universitas berperan menghasilkan lulusan yang mampu menggerakkan perekonomian negara. 

“Pada hakikatnya, universitas kita memproduksi lulusan. Ketika kita tahu produk kita adalah manpower, maka kita harus melihat apa yang diperlukan oleh dunia di luar universitas kita,” ucap Prof. Heri.
 
Dengan mengenali kebutuhan di lapangan, universitas dapat menyusun kurikulum pembelajaran yang sesuai agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang dibutuhkan di industri dan masyarakat. 

Baca Juga: Khawatir Gempa Susulan Warga Purasari Kabupaten Bogor Mengungsi di Malam Hari, Begini Penjelasan Kades

Dosen sebagai pengajar juga harus terus belajar agar ilmu yang dibagi tetap relevan dengan kebutuhan zaman.