Lebih lanjut, Atang menyebut bahwa masih banyak infrastruktur yang harus diintervensi di kampung Setu Bereum. Dirinya mencatat ada empat poin penting yang akan segera di follow up oleh pihaknya.

"Yang paling utama sarana prasarana pendukung terkait dengan ketersediaan air, listrik, hunian yang belum layak dan perlu dibantu serta akses jalan," ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor, Mardiyanto mengungkapkan alasan warga memberi nama jalan H Mardiyanto menuju akses Kampung Setu Bereum karena atas permintaan warga.

Menurutnya, pemberian nama jalan itu sebagai ungkapan terima kasih kepada dirinya yang telah membantu berdirinya kampung relokasi mandiri tersebut.

"Itu pertama kali dari teman-teman tim dan warga relokasi, karena ini tempat terbaik untuk dijadikan tempat relokasi, nah jalan itu aksen utama menju relokasi ini.Saya lakukan sedikit peningkatan jalan karena awalnya tidak bisa dilewati kendaraan untuk menuju Kampung relokasi mandiri tersebut," tegasnya.

Kemudian, sambungnya, melakukan pengaspalan agar jalan tersebut dapat mempermudah akses warga menuju kampung relokasi mandiri. "Saya awali untuk meningkatkan jalan, dan memperbagus aksesnya agar bisa dilalui kendaraan," paparnya.

Terkait sarana prasarana yang akan diprioritaskan di Kampung Setu Bereum, Mardiyanto menegaskan akan segera merelisasikan air bersih dari Perumda Trita Pakuan Kota Bogor.

"Pertama yang harus di tindaklanjuti adalah air, walaupun sekarang secara swadaya masih bisa ambil air dari sumur bor, tapi tidak selamanya seperti ini. Alhamdulillah tadi Pak ketua (Atang Trisnanto) sudah komumikasi dengan Dirut Perumda Tirta Pakuan terkait sambungan PDAM yang belum ada," tegasnya.

Terpisah, salah satu warga Ibu Kulsum mengucapkan terima kasih kepada Mardiyanto yang telah banyak membantu warga korban double track hingga mendapatkan tempat relokasi. 

"Saya mendukung pak Mardiyanto, kalau gak ada pak Mardiyanto gak akan ada air, dia banyak membantu warga sini," katanya.