BOGOR, CEKLISSATU - Fraksi PKS DPRD Kota Bogor kembali melakukan giat PKS Sapa Warga di Kampung Setu Bereum, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Sebelumnya, Kampung Setu Bereum merupakan kampung relokasi mandiri warga yang terdampak pembangunan double track atau jalur ganda Kereta Api (KA) di Kelurahan Batutulis.
PKS Sapa Warga dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto didampingi para legislator PKS lainnya untuk bersilaturahmi dengan warga serta mendengar dan menyerap aspirasinya.
Baca Juga : Finatra Bersama Kecamatan Dramaga dan Komite Ekraf Gelar Gebyar UMKM untuk Peringati HUT ke-78 RI
"Ini satu hal yang perlu di teladani dan di contoh, saya berterima kasih sekali kepada pak Mardiyanto anggota fraksi PKS yang memang sudah menjalankan kewajiban dan tugasnya dengan baik mengawal dari awal sampai dengan dilakukan relokasi mandiri ini," ucap Atang yang juga Ketua DPD PKS Kota Bogor pada Sabtu, 19 Agustus 2023.
Kendati demikian, dalam giat PKS Sapa Warga ada yang menarik yakni nama H. Mardiyanto dipakai untuk nama jalan menuju Kampung Setu Bereum. Hal itu diberikan atas hasil kerja keras Mardiyanto mengawal korban double track hingga memiliki kembali rumah dilahan relokasi.
Pun, Atang mengapresiasi anggota DPRD Dapil Bogor Selatan itu. Menurut Atang, ini bukan suatu yang mudah untuk mengawal masyarakat korban double track sampai mempunyai kembali rumah.
Bahkan, masih kata Atang, untuk menyiapkan beberapa insfrastruktur dan menjadikan relokasi mandiri yang layak untuk ditempati Pak Mardiyanto sampai mengeluarkan dana pribadi.
"Mudah mudahan ini menjadi penyemangat bagi seluruh dewan untuk bisa hadir di tengah masyarakat ketika membutuhkan," jelasnya.
Lebih lanjut, Atang menyebut bahwa masih banyak infrastruktur yang harus diintervensi di kampung Setu Bereum. Dirinya mencatat ada empat poin penting yang akan segera di follow up oleh pihaknya.
"Yang paling utama sarana prasarana pendukung terkait dengan ketersediaan air, listrik, hunian yang belum layak dan perlu dibantu serta akses jalan," ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor, Mardiyanto mengungkapkan alasan warga memberi nama jalan H Mardiyanto menuju akses Kampung Setu Bereum karena atas permintaan warga.
Menurutnya, pemberian nama jalan itu sebagai ungkapan terima kasih kepada dirinya yang telah membantu berdirinya kampung relokasi mandiri tersebut.
"Itu pertama kali dari teman-teman tim dan warga relokasi, karena ini tempat terbaik untuk dijadikan tempat relokasi, nah jalan itu aksen utama menju relokasi ini.Saya lakukan sedikit peningkatan jalan karena awalnya tidak bisa dilewati kendaraan untuk menuju Kampung relokasi mandiri tersebut," tegasnya.
Kemudian, sambungnya, melakukan pengaspalan agar jalan tersebut dapat mempermudah akses warga menuju kampung relokasi mandiri. "Saya awali untuk meningkatkan jalan, dan memperbagus aksesnya agar bisa dilalui kendaraan," paparnya.
Terkait sarana prasarana yang akan diprioritaskan di Kampung Setu Bereum, Mardiyanto menegaskan akan segera merelisasikan air bersih dari Perumda Trita Pakuan Kota Bogor.
"Pertama yang harus di tindaklanjuti adalah air, walaupun sekarang secara swadaya masih bisa ambil air dari sumur bor, tapi tidak selamanya seperti ini. Alhamdulillah tadi Pak ketua (Atang Trisnanto) sudah komumikasi dengan Dirut Perumda Tirta Pakuan terkait sambungan PDAM yang belum ada," tegasnya.
Terpisah, salah satu warga Ibu Kulsum mengucapkan terima kasih kepada Mardiyanto yang telah banyak membantu warga korban double track hingga mendapatkan tempat relokasi.
"Saya mendukung pak Mardiyanto, kalau gak ada pak Mardiyanto gak akan ada air, dia banyak membantu warga sini," katanya.
Comment