“Kami berharap produk pupuk organik ini akan menjadi model riset berbasis Teaching Factory yang dapat direplikasi di wilayah lain. Ini bukan sekadar produk laboratorium, tapi hasil kolaborasi antara riset, pendidikan, dan kewirausahaan lokal,” tambahnya.
Mitra dalam penelitian ini adalah Okiagaru Agricoop, sebuah lembaga usaha yang bergerak di bidang pertanian hortikultura serta pengolahan produk pangan dan pascapanen, termasuk beras, sayur, dan hasil perikanan. Dalam kerja sama ini, Okiagaru menyediakan berbagai jenis limbah organik yang dihasilkan oleh petani mitra di Kabupaten Cianjur—mulai dari limbah sayuran, kulit buah, hingga sisa hasil budidaya dan pascapanen—yang dinilai memiliki potensi tinggi sebagai bahan baku pembuatan pupuk.
Baca Juga: Temu Ilmiah Komunikasi Pembangunan Bahas 17 Tema Komunikasi Pembangunan .
Agus Ali Nurdin, CEO Okiagaru Agricoop, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari strategi bersama membangun pertanian yang ramah lingkungan dan berorientasi pada ketahanan pangan lokal.
“Kami sangat antusias berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi IPB. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara sains dan praktik lapangan untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan,” jelasnya.
Comment