Menurutnya, keterlibatan akademisi lintas negara menghadirkan beragam perspektif keilmuan, pengalaman riset, serta konteks sosial dan politik yang berbeda. Kolaborasi internasional tersebut dinilai mampu memperkaya diskursus akademik, memperluas jejaring kerja sama, dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di berbagai belahan dunia.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi peneliti, dosen, mitra, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu untuk berbagi hasil riset dan pemikiran strategis yang dapat menjawab tantangan masyarakat,” tuturnya.

Konferensi ini akan dibuka dengan welcome speech Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Rosetamy, S.H., M.H, serta Keynote Speaker Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, SPd.I., MPd.I. 

Baca Juga: Pameran Karya Jurnalistik LOKO FISIP UNIDA Dapat Sambutan Positif dari Pelajar dan Mahasiswa

Sejumlah akademisi bereputasi internasional turut dihadirkan sebagai pembicara, di antaranya Prof. Seung Hwan Myeong, Ph.D dari Inha University Korea Selatan, Dr. Puvaneswaran Kunasekaran dari Universiti Putra Malaysia, Prof. Tomoyasu Sano, Ph.D dari Sapporo Gakuin University Jepang, Prof. Lubna Zaheer, Ph.D dari University of the Punjab Pakistan, serta Assoc. Prof. Dr. Rozita Arshad dari Universiti Utara Malaysia.

Beragam isu strategis akan dibahas dalam SPHIRIC 2026, meliputi administrasi publik dengan fokus pada tata kelola digital dan inovasi sektor publik, ilmu komunikasi yang mengkaji literasi media dan komunikasi digital untuk pembangunan berkelanjutan. Selain itu, konferensi ini juga mengangkat kajian sosiologi, budaya, serta pendekatan multidisipliner dan interdisipliner yang mencakup transformasi kebijakan, geopolitik, tata kelola global, dan masa depan masyarakat sipil.