KABUPATEN BEKASI, CEKLISSATU.COM -- Desa Pantai Harapan Jaya yang terletak di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah terdampak bencana banjir sejak awal Januari. 

Banjir setinggi 70–90 cm akibat luapan Sungai Ciherang tersebut masih menggenangi rumah warga, yang menyebabkan ribuan kepala keluarga terisolasi.
 
Kondisi geografis, curah hujan yang tinggi, dan luapan sungai Ciherang menjadi penyebab utama banjir. Akses menuju kantor desa sudah terputus dan hanya bisa diakses menggunakan perahu karet. Sekitar 21 RT atau kurang lebih 1400-an kepala keluarga terkena dampak ini.

Baca Juga: CBA Soroti Dugaan Kompetisi Semu dalam Tender Peningkatan Saluran Jalan Raya Jatiwaringin Kota Bekasi
 
Sekretaris Desa Pantai Harapan Jaya, Murdani menyebut, banjir di daerahnya telah berlangsung selama 22 hari sejak awal 2026. 

“Banyak rumah warga kami yang sudah terendam banjir hingga hampir satu meter, dan dapur umum sudah kehabisan bahan makanan. Kami membutuhkan banyak perhatian para pemangku kebijakan dan pemerintah karena banjir ini semakin tinggi dan arusnya kencang” ucapnya dalam keterangan resmi.
 
Untuk itu, sivitas akademika Universitas Indonesia (UI) yang terdiri atas dosen dan residen dokter gigi spesialis (PPDGS) Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI mendatangi desa binaan tersebut, beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: Kota Bogor Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026, Targetkan 100 Medali Emas

Perwakilan dosen Periodonsia FKG UI, drg. Benso Sulijaya Suyono bersama para residen melakukan peninjauan ke rumah-rumah warga, berdialog dan beraudiensi terkait kebutuhan warga di pengungsian, serta memberikan bantuan sosial sembako ke dapur umum.

Kepala Departemen Periodonsia FKG UI, Prof. Dr. Yuniarti Soeroso menyebutkan, logistik bahan baku dapur umum merupakan hal prioritas karena banjir yang masih menggenangi permukiman warga telah membatasi aktivitas sehari-hari, termasuk akses untuk memasak dan memperoleh bahan pangan secara mandiri.