Selain itu, ia juga menginisiasi dimulainya B2B Project dengan Konsorsium BUMN (PJT II, Danareksa, dan SUEZ) dalam pembangunan SPAM Bandung Terintegrasi yang berkapasitas 3.500 lps untuk 15 Kecamatan di Kota Bandung dengan nilai investasi 3,75 Trilyun rupiah untuk pembangunan sistem hulu dan hilir. 

Dari berbagai program tersebut, walaupun masih dalam tahap penyerapan, Perumda Tirtawening Kota Bandung berhasil meningkatkan pendapatan 4-5 Milyar per bulan dari air minum dan 1,5 Milyar per bulan dari air limbah pada tahun 2025.

Berlandaskan integritas dan kepemimpinan berbasis karakter, tentunya ia berkomitmen penuh untuk membawa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menjadi BUMD kelas dunia melalui implementasi Smart Water Management dan inovasi pelayanan yang menjamin akses air minum berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: Ini Motivasi Teguh Setiadi Ikut Seleksi Direksi di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor

Sebagai mantan Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung. Sonny Salimi adalah ‘orang dalam’ yang sudah sangat memahami anatomi teknis dan operasional di perumda air minum. Bukan hanya satu periode menjadi dirut, tentu Sonny menguasai teknis dan manajerial yang mendalam terhadap layanan air bersih. 

Sedangkan Muzakkir, yang merupakan mantan Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), dikenal sebagai figur yang membawa transformasi digital dan modernisasi pada pasar-pasar tradisional di Bogor.

Kemampuan dalam revitalisasi infrastruktur dan komunikasi publik yang luwes. Selama menjabat di PD PPJ, ia bisa mengubah citra pasar yang kumuh menjadi lebih tertata (misalnya Pasar Blok F).