BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Belakangan, ruang publik digemparkan oleh pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut bahwa “guru menjadi beban negara” kemudian masyarakat disuruh untuk menanggungnya. Pernyataan ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang berimbas pada berbagai sektor kehidupan, termasuk guru sebagai penyangga moral bangsa. 

Padahal, keberhasilan seorang presiden dalam memimpin negara, kepiawaian menteri keuangan dalam menyusun anggaran, kealiman ulama dalam membimbing umat, kecerdasan ilmuwan dalam menemukan hal baru, kebijaksanaan filsuf dalam menjelaskan hakikat kehidupan, kejelian pengusaha dalam menangkap peluang, keahlian dokter dalam mendiagnosis pasien, hingga kefasihan motivator dalam meyakinkan pendengar, semuanya pernah berawal dari bimbingan seorang guru yang kini tetap setia mengajar di ruang-ruang kelas.

Menjadi guru menuntut keberanian besar. Ia harus rela lelah dan bekerja keras setiap hari mendidik peserta didik, berhadapan dengan keragaman sikap, mental, dan intelektual murid, menerima perbedaan pendapat orang tua, menghadapi kebijakan yang terkadang melukai idealismenya, menantang arus zaman yang semakin cepat, serta mengemban tanggung jawab melahirkan generasi yang bukan hanya mampu memperbaiki bangsa, tetapi juga mendorong perubahan ke arah yang benar. 

Baca Juga: Pernyataan Kontroversial Sri Mulyani Soal Guru “Beban Negara” Tuai Kritik, Guru di Bogor Angkat Bicara

Guru adalah tumpuan sekaligus harapan bangsa, sebab masa depan bangsa sangat bergantung pada kondisi kehidupan guru pada masa kini.

Harga diri dan jati diri bangsa ditentukan oleh sejauh mana sumber daya manusianya mampu mengukir prestasi intelektual hingga disegani bangsa lain, serta memiliki karakter yang kuat sehingga dihormati dunia internasional. 

Bangsa yang bermartabat dan berjati diri kokoh akan menjadi teladan bagi bangsa lain. Namun, sumber daya manusia unggul, baik secara intelektual maupun spiritual, tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan lahir dari proses pendidikan panjang yang memerlukan tenaga, pemikiran, dan biaya. 

Baca Juga: Silaturahmi dan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Dosen DPD Kota Bandung-Jawa Barat: Memantapkan Langkah Awal Pelaksanaan Program Kerja

Pendidikan yang bermutu hanya dapat muncul dari lembaga pendidikan yang berkualitas dan Lembaga pendidikan yang bermutu sangat ditentukan oleh kualitas gurunya

Kekuatan utama dalam organisasi terletak pada sumber daya manusianya, yakni individu yang menyediakan tenaga, pikiran, dan waktu demi kemajuan organisasi, termasuk lembaga pendidikan.