SUMEDANG, CEKLISSATU -- Wilayah Kabupaten Sumedang diguncang gempa bumi dengan kekuatan 3,7 Magnitudo, pada Rabu (21/05/2025) dini hari sekitar pukul 03.10 WIB.
Dampak gempa bumi dirasakan cukup kuat di wilayah Cimalaka serta pusat kota Sumedang, disertai suara gemuruh hingga memicu kepanikan warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa terjadi di darat sekitar 4 kilometer timur laut Sumedang dengan kedalaman 4 kilometer.
Gempa bumi tersebut tergolong dangkal dan dipicu aktivitas sesar aktif lokal di wilayah itu.
Baca Juga: Laut Selatan Jawa Diguncang Gempa Magnitudo 4,8 Terasa di Kabupaten Sukabumi hingga Garut
"Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman, gempa ini termasuk gempa dangkal akibat sesar aktif," ungkap Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu (21/05/2025).
"Getaran dirasakan di dalam rumah seperti ada truk besar melintas," tambah Hartanto.
Hingga pukul 03.23 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan. Tidak ada laporan kerusakan bangunan sejauh ini.
Tetapi, BMKG tetap mengimbau warga tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kondisi cuaca di Sumedang barat pada pagi hari masih diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat.
Baca Juga: Pasca Bogor Diguncang Gempa, Dedie Rachim Imbau Warga Tetap Waspada
Kabut tebal menyelimuti kawasan perbukitan, mengganggu jarak pandang dan membuat jalan menjadi licin.
Kawasan Cadas Pangeran hingga Sumedang Selatan menjadi titik rawan. Jalan arteri yang berkelok dan menanjak ini sering dilanda longsor, pohon tumbang, serta bebatuan yang jatuh ke jalan saat cuaca ekstrem melanda.
Warga dan pengendara harus ekstra waspada. Jalan licin dan cuaca buruk bisa meningkatkan risiko kecelakaan dan bencana susulan.
Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap potensi bencana lanjutan seperti longsor dan banjir, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.
Baca Juga: GempaM 4,1 Guncang Kota Bogor, BPBD: 14 Rumah di 4 Kecamatan Alami Kerusakan
"Pastikan hanya mendapatkan informasi dari kanal resmi BMKG. Jangan terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya.
Comment